Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Catatan Pilgub DKI Cerminan Untuk Kota Pariaman

22 September 2012 | 22.9.12 WIB Last Updated 2012-09-24T13:22:10Z


                                    image source vivanews.com




Memenuhi hasrat menulis saya yang sudah lama ingin saya lakukan terutama semenjak mengetahui adanya Super Koran Freedom Writers  Citizen Journalism Pariaman News ini, akhirnya kesampaian juga setelah hasil Pilkada DKI tanggal 20 September 2012 yang lalu.
Luar Biasa...

Itu kalimat yang bisa saya ungkapkan melihat hasil Quick Count dari beberapa lembaga survey nasional terkait hasil Pilkada DKI Jakarta (Biasanya hasil ini tidak jauh meleset dari hasil penetapan/perhitungan dari KPU).

Jokowi mematahkan anggapan yang terlanjur melekat pada Pilkada Langsung, bahwa seseorang yang ingin bertarung dalam Pilkada Langsung  harus memiliki banyak uang, dan untuk mendongkrak citra dan image sang calon memiliki wajah ganteng dan pintar beretorika. Sebagai basis dukungan politik biasanya didukung oleh partai penguasa atau banyak partai dan bahkan harus putra asli daerah..
Dari sisi pemilih, kita patut memberikan acungan jempol kepada warga DKI Jakarta karena mereka termasuk pada pemilih yang cerdas dan rasional. Berbagai Isu dimunculkan calon lawan sebagai sasaran tembak untuk melumpuhkan Jokowi, seperti isu SARA, dan bahkan ada yang mengait-ngaitkan dengan isu terorisme serta masalah keamanan dan ketertiban di Solo (walupun belum dapat dibuktikan)untuk kepentingan politik sesaat. Ternyata isu-isu tersebut sudah ampuh lagi untuk mempengaruhi pilihan warga DKI.  

 Mereka sepertinya lebih melihat kerja nyata dan substansi. Kenyataannya di lapangan walaupun Jokowi hampir tidak pernah diberitakan masalah keberagamaan dan kesalehannya serta aplikasi nilai-nilai agama dalam pemerintahannya, tapi Ia mendapat tempat di hati masyarakat Solo. Dalam hal ini nampak yang dibutuhkan masyarakat adalah pemimpin yang mempunyai kemampuan  mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya dan mau bekerja untuk kepentingan rakyat serta pemimpin yang dekat dengan rakyat dan apa adanya.  Hasil ini menggambarkan kepada kita bahwa warga DKI menginginkan perubahan. 

Dari sisi partai politik, hasil pilkada DKI ini harus menjadi evaluasi tersendiri bagi partai politik. Betapa tidak, jokowi yang dikelilingi sejumlah partai besar dan partai penguasa dapat dikalahkan oleh Jokowi yang didukung oleh 2 partai saja dan koalisi rakyat badarai  sebagai pendukungnya. Di sini daulat rakyat lebih menentukan dibandingkan daulat partai. Eksistensi Partai politik perlu dipertanyakan dan semakin tidak diminati. Partai politik tidak bisa serta merta mengklaim angka-angka /suara yang diperoleh pada Pilkada putaran pertama bisa diberikan begitu saja kepada calon tertentu pada putaran Kedua. Masyarakat di kalangan akar rumput yang  tidak punya ikatan apa-apa dengan partai politik punya pilihan sendiri. Bahkan partai kader atupun kader partai sekalipun belum tentu sejalan dengan garis partai. Melihat dukungan sejumlah partai kepada pasangan Foke-Nara, terlihat bahwa Parpol tidak pro pada pada perubahan dan takut kehilangan kue kekuasaan yang telah mereka nikmati selama ini. Partai tidak ada yang berani dan ‘gamang’ mendukung Pasangan calon yang jelas-jelas sudah didukung  rakyat pada putaran pertama.  

Dengan fenomena kemenangan Jokowi ini (walaupun baru sebatas hasil Quick Quont) semoga akan memberi inspirasi dan motivasi bagi kaum muda dan orang-orang yang ingin betul-betul berbuat baik untuk kemajuan daerahnya tidak melulu mengandalkan dana yang melimpah, berwajah ganteng, dukungan partai besar/partai penguasa sebagaimana anti tesis yang telah dibuktikan oleh Jokowi...

Terkait dengan Pilkada Kota Pariaman yang akan dihelat pada tahun 2013 yang sudah semakin dekat, akankah kita boleh berharap ada calon kepala daerah seperti sosok yang diceritakan di atas?  Wallahu’alam...

Catatan Rahmat Rio Yuherdi
×
Berita Terbaru Update