Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ramadhan dan Sinetron vs Ustad Seleb

22 Juli 2012 | 22.7.12 WIB Last Updated 2012-07-22T04:31:00Z



Ramadhan sudah mulai hadir di sejumlah  Stasiun TV, lebih ketimbang Ramadhan-Ramadhan tahun sebelumnya, sejumlah  sinetron-sinetron “Islami” yang belakangan ini ratingnya banyak yang  ngetof, dan paket-paket acara Ramadhan yang akan disajikan, sudah  diberitakan kepada para pemirsa yang budiman.


Hari Minggu lalu, walaupun sudah bulan tua, seperti diberitakan Kompas  keesokan harinya, para pengunjung sampai antri lebih dari satu jam untuk  membayar belanjaannya di kasir saking membeludaknya para pengunjung yang  menyerbu sejumlah mal di Jakarta pada hari itu.


Ramadhan juga hadir di kantor-kantor Gubernur, Bupati, Walikota dan  sidang-sidang DPRD, untuk membahas dan menggodok berbagai peraturan  dalam rangka menghormati Ramadhan, tepatnya orang berpuasa dan sekaligus  untuk memperlihatkan betapa salih-salih dan religiusnya para eksekutif  dan legislatif Daerah di Republik tercinta ini.


Di Banjarmasin, seperti diberitakan pers, rumah makan yang berani buka  siang hari akan didenda Rp 50 juta, naik 1000% dibanding tahun  sebelumnya. “Biar mereka jera,” ujar seorang anggota Dewan yang  terhormat di sana dengan bangga.


Di Surabaya, bisnis hiburan wajib tutup selama sebulan penuh. Para  karyawannya?


“Para pengusaha harus nabung dong untuk menggaji karyawan mereka selama  tutup,” ujar yang terhormat seorang pengurus MUI enteng.


Ini tentu tidak hanya cerita Banjarmasin dan Surabaya, saja tetapi  hampir merata di seluruh kabupaten dan kota di seantero nusantara.


Ada yang akan membandel? Jangan khawatir. Ribuan laskar berjubah akan  siap melakukan sweeping guna menegakkan aturan.


Rupanya ada pembagian kerja.


Para aparat hukum: polisi dan tramtib lebih fokus pada tugas melakukan  sweeping ke hotel-hotel kere atau losmen-losemen kumuh, menguber dan  meringkus para waria dan pelacur jalanan—yang kehadirannya dianggap  tidak layak selama Ramadhan—sampai ada yang tercebur ke kali segala.


(lalu saya ingat pada hadis Nabi SAW tentang seorang pelacur yang  menurut beliau masuk syurga karena mencari air sampai ke dasar sumur  guna memberi minum seekor anjing yang hampir mati kehausan…..)


Puasa Ramadhan masih beberapa hari lagi…


Puasa memang tidak makan dan tidak minum serta tidak melakukan hubungan  suami isteri di siang hari selama sebulan penuh.


Kalau perkara tidak makan dan tidak minum seharian, jangan ditanya pada  jutaaan orang-orang supemiskin di gubuk-gubuk derita—mayoritas
muslim–dewasa ini di seantero negeri yang akan semakin tercekik dengan  kenaikan harga BBM bulan depan.


Tetapi Puasa Ramadhan sebenarnya buat siapa sih?


Ketika mengeluarkan fatwa, bahwa hewan kurban bisa diganti dengan uang  tunai yang senilai guna disumbangkan kepada korban bencana alam sekitar  Idul Adha di awal tahun ini, PP Muhammadiyah mengutip penggalan Al Maidah 32, “… barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia,  maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia seluruhnya”


Jadi pertanyaannya, sebenarnya agama buat siapa sih, buat Tuhan atau  buat manusia?


Das sollen? Sudah jelas jawabannya.


Das sein? !@$*%$#?@$*%$#?!….


(Ketika mengamati peta dunia, kita sadar bahwa kebanyakan kaum muslimin  hidup di belahan bumi selatan dalam berbagai kondisi yang sering  dramatis. Hasilnya, 85% dari 1,5 miliar kaum beriman hidup dalam  kemiskinan dan 60% di antaranya buta huruf, Prof Tariq Ramadan, 2001)


Lalu terngiang oleh saya penggalan Khutbah Al Mustafa Rasulullah  Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dalam menyambut Ramadhan:


“…Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi (makanan) untuk  berbuka kepada orang-orang mukmin yang melaksanakan shaum pada bulan  ini, maka pada sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak  dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu."


Para sahabat bertanya, "Ya, Rasulullah, kami semua tidaklah mampu  berbuat demikian."


Rasulullah meneruskan khutbahnya. "Jagalah diri kalian dari api neraka  walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.


Wahai manusia! Barang siapa yang membaguskan akhlaknya pada bulan ini, dia akan berhasil melewati shirath pada hari ketika kaki-kaki  tergelincir. Barang siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang  dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) pada bulan ini, Allahakan meringankan pemeriksaan-Nya pada hari kiamat. Barang siapa yang  menahan kejelekannya pada bulan ini Allah akan menahan murka-Nya pada  hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim pada  bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.


catatan darwin bahar the indonesian freedom writers
×
Berita Terbaru Update