Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

GOLKAR DAN DEMOKRAT SALING "BALAP KARUNG" DALAM KORUPSI

5 Juli 2012 | 5.7.12 WIB Last Updated 2012-07-05T15:27:08Z

Langkah KPK bagai pemain catur tingkat Grandmaster,lawan belum sempat berpikir sudah melakukan skak mat atau tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba petir menyambar…! Periksa sana periksa sini,semua ribut dengan kenapa KPK tidak segera menetapkan tersangka Ketua Umum Partai Demokrat yang sudah ditunggu-tunggu publik….tahu-tahu isu baru muncul ..yaitu korupsi pengadaan Kitab Suci Al-Quran di Kementerian Agama yang melibatkan anggota DPR RI dari Partai Golkar Zulkarnain Djabar.

Partai Golkar yang sejak awal adem ayem saja,kini bagai tersentak karena salah satu kadernya terkena kasus korupsi. Inikah sinyal dari SBY yang mengatakan bahwa bukan partainya (PD) saja yang korup,tetapi partai politik lain juga korup? Bukankah sebelumnya juga ada salah satu kader PAN yang juga anggota DPR RI (Wa Ode) juga masuk ke tahanan KPK? Inikah yang akan dipertontonkan kepada khalayak bahwa semua kader parpol akhirnya tidak bisa dipercaya?

Sebelum ini juga ada kasus yang merebak di media,bahwa salah satu kader PDIP terkena isu diduga sebagai pemeran dalam Video Porno yang sempat menyebar di dunia maya? Inikah politik pengalihan isu tembak sana-tembak sini untuk menolong “sang Ketua Besar” ?

KPK harus berhati-hati. Masyarakat meyakini bahwa sumber informasi adanya korupsi di beberapa anggota DPR RI bukan “hasil kerja keringat” KPK,melainkan adanya pasokan info dan bukti yang memang sudah dimiliki oleh “sang penguasa” negeri ini. Sang penguasa inilah yang mengatur siapa yang harus masuk dan siapa yang sementara diluar untuk mengatur keseimbangan kekuatan politik negeri ini. Publik berdasarkan tulisan-2 para wartawan investigator meyakini adanya “invisible hand” yang mempunyai “power” di negeri ini yang bermain memasok bukti-2 keterlibatan para politisi korup. 

Akibat dari inilah maka sangat terasa sekali aroma tarik-ulur antar parpol dalam memainkan ritme perpolitikan di Indonesia. Korupsi sebagai “tools” untuk menekan lawan-2 politik “sang penguasa”

Para politisi yang lurus tidak bakal akan naik daun,sebab mereka sudah disingkirkan sejak dini. Namun yang sering jual tampang bukan berarti karena dirinya hebat dan mempunyai kompetensi serta kapabilitas super,sekali-kali jangan pernah berpikir kearah sana,sebab mereka sebenarnya memang sengaja dijadikan “pion” untuk bermain catur …! 

Mereka diangkat dan dilambungkan namanya untuk menjaga kepentingan “sang penguasa”
KPK akhirnya jadi mainan,karena memang sumber informasi dan bukti-2 nya sangat terbatas. Maka jangan terlalu berharap KPK mampu menuntaskan kasus-2 korupsi selama pasokan bukti sangat minim sekali. Walau kelihatan KPK punya hak dan wewenang yang sepertinya luar biasa,namun akses intelijen dalam mencari bukti koruptor sebenarnya sangat lemah..!
Tidak percaya? Masuk KPK saja…!

catatan mania telo freedom writers kompasianer
×
Berita Terbaru Update