Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Analisa (Kampungan) Ical Ngotot Nyapres…

26 Juni 2012 | 26.6.12 WIB Last Updated 2012-07-01T17:08:59Z


Ribut-ribut Aburizal (Ical) Bakrie yang ngotot untuk menjadi Capres tunggal dari Golkar di 2014 tidak hanya di kalangan elite Golkar sendiri,tetapi juga ternyata “diributkan” oleh kalangan rakyat jelata yang tinggal di kampung-2 (kampungnya di rahasiakan saja) . Masalahnya nama Ical sangat beken,entah kenapa…..(tidak perlu dicari tahu,sebab nanti jadi “GE-ER”)

Orang-2 itu pada membicarakan Ical yang terkesan ngotot nyapres di 2014 ternyata bukan untuk kepentingan Golkar,katanya…! Wah,kaget juga nich…sebab semua capres dari parpol tentu mengajukan figur ketua umumnya kan dengan harapan parpolnya bisa memperoleh hak istimewa memerintah bangsa ini dengan segudang sumber daya alamnya yang luar biasa.

Terpikir pasti di benak orang-2 yang mendengarkan tentu ini pasti terkait jiwa bisnis Ical yang kalau sampai jadi Presiden RI berikutnya pasti akan menjadikan INDONESIA sebagai “perusahaan”nya ,sehingga dengan mudah mengeruk harta kekayaan Indonesia dengan berbagai anak perusahaan Group Bakrie yang kesohor itu. Kecurigaan itu memang sudah jamak di kalangan rakyat yang tinggal di kota-2 besar. Tapi ini kan di kampung-2 ….?

Ternyata mereka yang tinggal di kampung-2 lebih pintar berpolitik katimbang yang tinggal di kota besar. Mereka mengatakan bahwa Ical ngotot nyapres karena memang diperintahkan SBY untuk maju menjadi capres 2014 dari Golkar….! Wow…! Koq sampai diperintahkan SBY segala? Masak sampai SBY begitu dalam meng-intervensi Golkar dengan “memerintahkan” Ical nyapres di 2014?

Analisanya dari orang-2 kampung itu sederhana saja,katanya SBY memang dari sejak Golkar ramai-2 memilih Ketua Umum sudah punya rencana supaya Ical menjadi Ketua Umumnya dan mengalahkan Surya Paloh. Maka menanglah Ical dan memang benar menjadi Ketua Umum Golkar waktu itu hingga sekarang ini. Pemilihan ketua umum Golkar pada waktu itu sangat dramatis sekali,banyak orang memperebutkan jabatan itu untuk memasuki 2014 nanti. Dan berakhir dramatis sekali karena disinyalir banyak menggunakan “money politics” atau “gizi” yang memang selama ini menjadi ciri khas partai tersebut.

Kalau SBY saja mendukung sejak awal memperebutkan ketua umum Golkar,tentu ada motivasi supaya nanti Ical maju menjadi capres 2014….Motivasinya apa? Nah,ini yang seru (makanya jangan anggap remeh orang kampung kalau berpolitik)

Ternyata,jiwa bisnis dan sepak terjang Ical sudah sangat dikenal dekat oleh SBY. Persoalan lumpur Lapindo memang sengaja dibuat menjadi polemik dengan memasukkan kasus Lumpur Lapindo sebagai “bencana” dan dimasukkan dalam anggaran di APBN 2012 . Bagai pedang bermata dua,seolah-olah pemerintah SBY ini memperhatikan para korban Lapindo dengan anggaran negara, tetapi di satu sisi untuk memancing ketidak-senangan rakyat dan sebagian petinggi Golkar terhadap Ical. Nah,yang terakhir ini tujuannya untuk memecah belah di internal Golkar sendiri,sebab Ical memang tidak bisa “bersih diri” dari kasus Lapindo.

Yang tidak senang jelas mengatakan bahwa bilamana Ical ngotot maju nyapres,maka pasti kalah karena rakyat tidak akan memilihnya. Tetapi untuk “balas budi” kepada SBY karena dibantu urusan Lapindo, maka Ical harus mati-matian nyapres di 2014. Urusan di internal Golkar akan pecah atau tidak itu urusan belakang,sebab perhitungan bisnis nya harus jalan,sebab tidak mungkin dirinya terus nombokin korban Lapindo sedangkan “pengeluaran” waktu berebut menjadi Ketua Umum Golkar saja sudah cukup besar. 


Bagi Ical,nyapres di 2014 akan “membantu” SBY secara internal memecah suara Golkar di Pemilu 2014 nanti,sebagian suara Golkar akan lari ke parpol lain, terutama ke Nasdem dan Partai Demokrat tentunya. Istilahnya,Golkar akan di “sapi bantat” kan ….!

Mengerikan,tetapi analisa orang-2 kampung ini tidak sembarangan….sebab baru saja ada petinggi Golkar yang mengatakan bahwa kengototan Ical maju menjadi capres 2014 dengan memajukan rapimnas lebih cepat berarti membuka peluang pecahnya Golkar,sebab kubu-2 di Golkar seperti kubu JK dan kubu Akbar Tanjung tentu tidak akan tinggal diam. Nah,kalau sudah begini,analisa orang-2 kampung itu masak disebut analisa kampungan?

Jangan main-2 sama orang kampung kalau sedang berpolitik…,semua bisa dibalik-balik dari yang tidak masuk di akal menjadi masuk akal (menurut mereka)

Wassalam,



catatan mania telo freedom writers kompasianer
×
Berita Terbaru Update