Youtuber Malaysia bandingkan manajemen wisata Pariaman dengan Malaka


Pantai Gandoriah. Foto: Junaidi

Pariaman - Sejumlah objek wisata Kota Pariaman penuh sesak di hari kedua Lebaran 2022, Selasa (3/5). Ribuan pengunjung memadati Pantai Gandoriah, Pantai Kata, Talao Pauh dan objek wisata lainnya.

Talao Pauh. Foto: Junaidi

"Sangat ramai sekali tapi untung lokasi parkirnya juga luas," ujar Herman, salah seorang pengunjung Pantai Gandoriah Pariaman yang mengaku terjebak macet hingga pukul 19.30 Wib ketika hendak keluar.

Pantai Gandoriah. Foto: Junaidi

Perantau dari Riau ini mengaku sangat terkejut dengan perkembangan pariwisata Kota Pariaman karena ia sudah lima tahun tidak pulang kampung. Ia tidak menyangka pengelolaan pariwisata Kota Pariaman tidak kalah dengan manajemen pariwisata daerah maju.

"Surprise banget! Manajemennya sudah seperti di Malaka. Bravo untuk kampung halamanku," katanya kegirangan.

Herman menyebut dirinya sempat mengambil video lewat udara yang akan dikirimkan buat saudaranya yang seorang Youtuber di Malaysia.

"Yah, abang saya kepo juga. Ia sudah jadi warga Malaysia. Tadi ambil foto dan video baru sempat di Pantai Gandoriah. Rencana dalam seminggu ini kita ambil juga di Talao Pauh, Pulau Angsoduo, Pantai Kata, Konservasi Penyu dan Sekolah Beruk (STIB) Desa Apar," ujarnya.

Selain Herman, Lili, perantau Pariaman dari Jakarta juga tampak sedang mengambil gambar melalui kamera canggihnya di Talao Pauh. Ia berencana akan mendokumentasikan liburan keluarga selama di Pariaman dan akan diunggahnya di Youtube.

"Sebagian juga kita unggah langsung di Instagram Story," kata dia.

Lili mengacungi jempol perkembangan pariwisata Pariaman karena di setiap objek wisata tersedia berbagai kuliner dan fasilitas selain pemandangannya yang indah.

"Saya pikir ini cukup bersih lho. Iya, tapi itu, pengunjung kadang tidak disiplin membuang sampah dan puntung rokok sembarangan. Namun areanya bersih," sebutnya.

Menurutnya, ia juga menemui banyak selebgram dan youtuber saat ini berada di Pariaman.

Sementara Walikota Pariaman, Genius Umar mengatakan pihaknya mengantongi PAD sebanyak Rp 40 juta melaui pemungutan retribusi pada Lebaran kedua ini.

Jumlah tersebut, kata Genius, berasal dari retribusi tiket masuk Rp 5.000 per orang di Pantai Gandoriah, Pantai Kata, dan Talao Pauh.

"Sedangkan retribusi ke Pulau Angsoduo Rp 10.000 per orang," kata Genius di Pariaman, Rabu (4/5).

Dari data pemungutan retribusi Festival Pantai 2022 hari kedua, Pantai Gandoriah menyumbang Rp 20 juta, Pantai Kata Rp 10,16 juta dan Talao Pauh Rp 5,5 juta.

"Dari Pulau Angsoduo menyumbang Rp 4,88 juta," ujarnya.

Selama Lebaran 2022 yang diikuti Festival Pantai Pariaman ini diperkirakan akan terjadi peningkatan signifikan terhadap ekonomi Kota Pariaman. Lebaran 2022 juga diprediksi lebih ramai dari Lebaran sebelum Covid-19 tahun 2019 lalu. (OLP)