Pariaman disebut Kota tak toleran, Pemko dan FKUB tantang SETARA Institute

Foto: Rika

Pariaman - Pemerintah Kota Pariaman membantah Kota Pariaman kota 10 besar paling intoleran di Indonesia versi SETARA Institute.

Asisten I Pemko Pariaman, Yaminurizal malah mengatakan sebaliknya justru Kota Pariaman sangat terbuka dan toleransi kepada semua pihak sesuai dengan visi misi Kota Pariaman sebagai kota tujuan wisata.

Yaminurizal justru mempertanyakan hasil kajian tersebut yang perlu dikaji ulang secara ilmiah. “Kalau riset ini bedasarkan ilmiah, perlu dikaji secara ilmiah juga, namun jangan sampai mengganggu kebijakan daerah yang bisa membuat situasi ini tidak bagus bagi daerah,” katanya.

Untuk saat ini, sambung dia, Pemko Pariaman memfokuskan diri meningkatkan perekonomian masyarakat, membina kerukunan umat bergama yang selama ini tidak pernah dikeluhkan.

Meski Kota Pariaman dikenal homogen, kata dia, selama ini masyarakatnya sangat terbuka pada perbedaan. Banyak non muslim hidup rukun bertetengga dan nyaman bekerja sebagai ASN di Pemko Pariaman.

"Tiba-tiba ada yang menyatakan Kota Pariaman intoleran. Kita ingin tahu juga indikator penilaian dan tujuannya apa. Karena penelitian harus didukung data yang valid," tandasnya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumatra Barat, Duski Samad mengatakan hasil penilaian Lembaga SETARA Institute tidaklah riset.

“Kalau riset harus objektif. Jangan ini dijadikan sebagai referensi bagi kabupaten/kota yang ada di Sumbar,” katanya.

Apabila riset tersebut dinilai bedasarkan demografi daerah, penduduk dikatakan tidak rukun apabila tidak menerima, tidak mengakui dan tidak menghargai agama lain.

Sedangkan Kota Padang Panjang merupakan kota pendidikan, Kota Pariaman adalah kota perdagangan dan wisata serta Kota Padang yang juga ibukota dan kota perdagangan.

“FKUB Sumbar sangat tidak menerima dan keberatan dan meminta pertanggungjawaban kepada yang melakukan riset karena untuk mengukur daerah intoleransi perlu diukur dengan jelas dari pihak-pihak yang berkompeten,” pungkasnya.

Sebagaimana dilansir berbagai media sebelumnya, tiga kota di Sumbar masuk dalam 10 besar Kota Intoleran di Indonesia versi SETARA Institute. Kota Padang, Kota Padang Panjang dan Kota Pariaman.

Daftar kota paling toleran dan intoleran ini dirilis SETARA Institute dalam Laporan Indeks Kota Toleran 2021. Riset ini dilakukan untuk mengetahui kondisi intoleransi dan toleransi dari 94 kota di seluruh Indonesia.(Rika/OLP)