[H-7 Lebaran] Suka duka pemudik hingga sampai di Pariaman

Ilustrasi macet kendaraan di gerbang Tol Merak. Foto: istimewa/viva.co.id

Pariaman - Redaksi Pariamantoday.com memantau ratusan kendaraan pemudik telah sampai di Pariaman dan Padangpariaman sejak Minggu (24/4). Ratusan kendaraan bernomor polisi B, BM, D, F hingga BG dan BK mulai mengaspal di jalan raya Pariaman.

"Aduh bang, perjuangannya sangat terlalu berat hingga sampai di kampung ini, hahaha," kata Mia (36) perantau Kota Pariaman di Jakarta melalui telepon, Senin (25/4).

Menurutnya, ia bersama suami dan dua anaknya penuh drama hingga sampai di Pariaman. Persiapan pulang kampung ia lakukan setelah Pemerintah Pusat mengumumkan membolehkan mudik setelah dua tahun dilarang karena pandemi Covid-19.

Mia mengatakan, persiapan mudik dilakukan mulai dari vaksin booster, menukarkan uang baru ke bank dan melakukan service paripurna mobilnya agar tidak ada kendala selama perjalanan darat.

Suka duka yang ia lalui selama perjalanan mudik juga seru. Terjebak macet total selama berjam-jam di gerbang Tol Merak, berbuka puasa di jalanan hingga hampir kecelakaan di Sumatra Selatan.

"Waduh sangat seru sekali. Waktu buka puasa di jalanan, macet parah. Sesampai di Pariaman begitu lega. Kepuspaan kampung ku baru tercium setelah kami lewat di Simpang Jaguang," sebutnya.

Lebaran kali ini, Mia menyebutnya sebagai lebaran sangat istimewa karena ia juga akan menunaikan salat Id di Lapangan Merdeka Pariaman. Terakhir ia salat Id di Lapangan Merdeka saat masih gadis sebelum merantau ke Jakarta.

"Pasti seru salat Id di Lapangan Merdeka. Pasti memorable banget," ujarnya.

Selain Mia, juga ada Rudi (41), perantau dari Pekanbaru, Riau. Rudi mengisahkan meski Pariaman - Pekanbaru terbilang dekat, tapi menjelang Lebaran tahun ini banyak kendaraan di jalanan sehingga ia terjebak macet hingga beberapa kali.

"Yang terparah di Koto Baru dan Silaing. Kemudian kami juga terjebak macet di Tikungan Indah (Riau) karena ada Truk rusak," kata Rudi.

Rudi mengaku mudik lebaran hukumnya wajib, sama dengan makan. Meski ada larangan mudik saat corona dua tahun lalu, ia tetap nekat pulang kampung saat lebaran.

"Kita dekatlah. Disekat-sekat (lebaran tahun lalu) kita pasti bisa lolos karena sudah hafal jalan tikusnya. Lagian saat ketemu petugas mereka juga maklumlah," ujar Rudi yang mengaku sudah melakukan vaksin booster di Pekanbaru.

Pengamat sosial Kota Pariaman, Edison TRD, mengatakan Lebaran tahun ini hampir dipastikan jumlah pemudik dari luar Pulau Sumatra akan membludak, khususnya dari Pulau Jawa.

"Karena dua tahun lamanya dilarang. Kesempatan tahun ini pasti tidak mereka sia-siakan. Mereka sudah sangat rindu dengan kampung halaman dan sanak familinya," kata Edison TRD yang juga Ketua PERADIN Sumbar ini.

Menurutnya, pemudik akan lebih banyak memilih jalur darat karena membawa serta keluarga. Meski begitu, jumlah pemudik yang pulang melalui jalur udara jumlahnya tidak sedikit.

"Yang pulang lewat jalur darat jumlahnya lebih banyak karena ingin sedikit lebih lama di kampung. Biasanya pedagang, pengusaha dan swasta. Sedangkan yang bekerja di sektor formal dan perusahaan, cuti lebarannya terbatas dan lebih memilih jalur cepat, atau pulang dengan pesawat," kata ipar Archandra Tahar ini.

Pengacara sekaligus pengusaha ini menyebut Pemko Pariaman bersama TNI dan Polri sudah mengantisipasi arus mudik tersebut. Meski begitu, ia mengingatkan agar petugas lebih meningkatkan pengamanan di sejumlah objek wisata selama libur Lebaran nanti.

"Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan selama lebaran yang ramai tentu agak ekstra pengamanannya. Apalagi baru tahun ini objek wisata dibuka tanpa sekatan selama Lebaran," pungkasnya. (OLP)