Pariaman dirikan dapur umum di Pasbar, warga terlempar dari tempat tidur oleh kuatnya guncangan gempa

Foto istimewa/kolase

Pariaman - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pariaman dampingi Walikota Pariaman serahkan bantuan bagi warga korban bencana gempa bumi Pasaman Barat, Sabtu (27/2).

Bantuan yang diserahkan langsung oleh Walikota Pariaman, Genius Umar dan Ketua Baznas Kota Pariaman, Zalman Zaunit ini berupa 1 ton beras dari Baznas Pariaman, 320 dus mie instan dari Pemko Pariaman ditambah 200 helai selimut, 20 lembar terpal, 20 tikar plastik, 4 karton makanan siap saji dan 10 lembar karpet permadani.

Sedangkan bantuan lainnya yang juga diserahkan, datang dari Polres Pariaman. Kapolres Pariaman, AKBP Abdul Aziz menyerahkan 870 kg beras, 110 dus mie instan dan 150 dus air mineral kemasan. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Bupati Pasaman Barat, Hamsuardi di rumah dinasnya.

Bantuan tersebut merupakan bantuan tanggap darurat yang meruakan kebutuhan harian bagi warga korban. Selain itu, makanan siap saji bisa langsung dikonsumsi warga hari itu juga jika langsung dibagikan kepada masyarakat.

Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan pihaknya ikut merasakan derita warga Pasaman Barat yang terkena musibah gempa bumi karena Kota Pariaman juga pernah beberapa kali mengalaminya. Bahkan gempa besar 2009 adalah yang terbesar dalam sejarah gempa di Sumatra Barat. Saat itu Pariaman lumpuh total, ribuan bangunan hancur, termasuk infrastruktur vital.

Genius Umar bersama Zalman Zaunit juga menyempatkan diri menyapa warga yang berada di tenda pengungsian. Saat itu Genius memerintahkan jajarannya mendirikan dapur umum di samping tenda pengungsian warga.

"Dapur umum bagi warga yang berada di tenda pengungsi maupun warga masyarakat lainnya," ungkapnya.

Dari pantauan koresponden Pariamantoday di Pasaman Barat sebagian besar warga masih trauma akibat gempa Magnitudo 6,1 (sebelumnya 6.2) pada Jumat pukul 08:39 WIB. Gempa yang berpusat di darat itu guncangannya sangat hebat sehingga membuat orang terlempar dari tempat tidurnya. Puluhan gempa susulan juga terjadi setelahnya.

"Saya bahkan terlempar dari tempat tidur. Aquarium berisi ikan, sepeda motor yang terparkir juga rebah," kata  Fir, warga Pasaman Barat.

Menurut Fir, sebelumnya ia juga telah dikagetkan oleh gempa sebelumnya yang bermagnitudo 5.1. Tapi karena ia baru akan tidur karena bergadang semalaman mencoba tidur kembali.

"Gempa pertama juga sangat keras, tapi karena rumah saya seluruhnya terbuat dari papan dan mata saya mengantuk saya kembali tidur hingga terlempar ke bawah saat gempa susulan yang sangat kuat," sambung Fir.

Kengerian lain juga diceritakan Tini, warga Pasaman Barat. Saat itu ia sedang berada di atas motor. Gempa pertama membuatnya pusing dan memarkirkan sepeda motornya di kedai terdekat. Saat terjadi gempa kedua (6.1) ia langsung jatuh saat berdiri. Suasana menjadi mencekam karena guncangan gempa cukup lama.

"Saya jatuh dan berlari ke tanah lapang. Di sana saya telungkup, semua orang histeris," kata Rini yang lokasi rumahnya tidak jauh dari pusat gempa.

Sementara ini korban meninggal dunia akibat gempa berjumlah 10 orang. Empat orang korban warga Pasaman Barat dan enam orang warga Kabupaten Pasaman (Pasaman Timur). Pencarian terhadap orang yang dilaporkan hilang terus dilakukan hingga kini.

Gempa juga mengakibatkan longsornya tanah di lereng gunung Talamau ke arah sungai Batang Timah di Siparayo, Nagari Malapah. Selain itu gempa juga memicu semburan lumpur panas.

Terkait semburan lumpur panas, Kepala Badan Geologi Kementerian  ESDM, Eko Budi Lelono dalam keterangan tertulisnya mengatakan, guncangan gempa bumi yang sangat kuat menyebabkan retakan yang memotong akuifer yang berisi air panas. Diperkirakannya, retakan tersebut menembus ke permukaan aluvium hingga permukaan tanah.

"Lokasi semburan lumpur memang terletak di sekitar 30 meter dari pemandian air panas," katanya.

Gempa bumi Magnitudo 6.1 Pasaman Barat getarannya terasa kuat di Kota Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Padangpariaman, Kota Padang. Sedangkan getaran sedang terasa di seluruh Sumatra Barat hingga ke Kepulauan Nias, Sumatra Utara, dan Kota Pekanbaru, Riau. (OLP)