Baru gelar lapak, 4000 liter minyak goreng ludes diserbu emak-emak


Pariaman - Sebanyak 4.000 liter minyak gorang ludes diserbu warga Pariaman. Pasar murah kerjasama Pemko Pariaman dengan PT. Wira Inno Mas (Musim Mas Group) tersebut hanya dijual dengan harga Rp 14.000 per liter di depan Pasar Pariaman, Senin (24/1) lalu.

"Baru pukul 10.45 WIB 4.000 liter sudah habis. Jumlah tersebut yang disediakan untuk Kecamatan Pariaman Tengah," kata Walikota Pariaman, Genius Umar.

Tingginya harga minyak gorang hingga Rp 19.000 hingga Rp 21.000 di pasaran, kata Genius sangat memberatkan masyarakat.

"Pasar murah ini sedikit banyaknya sudah bisa membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka akan minyak goreng," sambung Genius.

Genius menuturkan, penyediaan minyak goreng dengan harga terjangkau yang dilakukan pihaknya sebagai upaya menjaga kestabilan harga pasaran untuk menekan angka inflasi.

Pihaknya saat ini menyediakan sebanyak 10.000 liter minyak goreng yang akan dijual kepada masyarakat Pariaman dengan kuota 4.000 liter di Pariaman Tengah dan masing-masing 2.000 liter untuk kecamatan Pariaman Utara, Pariaman Timur dan Pariaman Selatan.

Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Pariaman, Alyendra mengatakan pasar murah minyak gorang dijual per kecamatan bergilir hari. Untuk Pariaman Utara, Selatan dan Timur digelar pada 25,26,27 Januari di lokasi yang telah ditetapkan.

"Hari ini (Selasa 26 Januari) di Balai Nareh dengan ketersediaan minyak goreng 2.000 liter," kata dia.

Sedangkan penjualan di Kecamatan Pariaman Selatan dan Pariaman Timur, kata Alyendra, masing-masingnya digelar di halaman kantor camat setempat.

Sebelumnya, Kemenko Bidang Perekonomian RI juga memberlakukan kebijakan minyak goreng Rp 14.000 per liter sejak Rabu (19/1) kemarin.

Kebijakan penurunan harga minyak goreng berlaku di seluruh Indonesia, dikutip dari laman Kemenko Perekonomian. Harga minyak goreng ini berlaku hingga 6 bulan ke depan.

Pemberlakuan kebijakan satu harga untuk minyak goreng akan di mulai pada hari Rabu tanggal 19 Januari 2022 pukul 00.00 WIB di seluruh Indonesia. Namun, khusus untuk pasar tradisional diberikan waktu penyesuaian selambat-lambatnya satu minggu dari tanggal pemberlakuan. (Desi/OLP)