Komisi IV DPR RI jadikan Pariaman kota percontohan sukses membangun tanpa anggaran


Pariaman - Komisi IV DPR RI akan menjadikan Kota Pariaman sebagai kota percontohan yang terus membangun di tengah keterbatasan anggaran selama pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Anggia Erma Rini saat berkunjung ke Pariaman bersama 18 orang anggota Komisi IV lainnya - beserta dua orang Dirjen di Kementerian Pertanian dan Kementerian KKP di Desa Batang Tajongkek, Pariaman Selatan, Kamis (9/12).

"Program pertanian dan perikanan tetap berjalan selama pandemi. Kota Pariaman kita jadikan kota percontohan. Dengan anggaran yang nyaris tidak ada namun sektor pertanian dan perikanan tetap jalan," kata Anggia.

Bersama anggota Komisi IV lainnya, Anggia berjanji akan mendukung program pertanian terpadu dengan menyerap aspirasi yang ada langsung ke kementerian terkait.

Menurutnya, Kota Pariaman memiliki komitmen tinggi memajukan sektor pertanian secara terpadu. Ia melihat Pariaman juga memiliki hutan mangrove, kawasan budidaya ikan yang dikelola untuk kesejahteraan masyarakatnya.

Anggia meminta agar Dirjen terkait segera menindaklanjuti seluruh proposal pengembangan pertanian yang diajukan Walikota Pariaman.

"Jangan janji-janji saja nantinya," kata dia.

Anggia bahkan memperlihatkan ketertarikannya pada cara masyarakat Pariaman dalam membudidayakan ikan dengan kearifan lokal ikan larangan yang sesuai dengan konsep pertanian terpadu.

Walikota Pariaman, Genius Umar pada kesempatan itu menyampaikan peran serta masyarakat dalam pembangunan. Banyak program pemerintahan yang sukses berkat andil masyarakat.

"Contohnya di Desa Batang Tajongkek ini. Suksesnya program ini tidak terlepas dari kemurahan hati masyarakat menyerahkan tanahnya untuk dijadikan kawasan pertanian terpadu," kata Genius.

Selain itu, kata Genius, kawasan sepanjang 8 kilometer di aliran sungai Batang Mangor juga dibangun dengan cara swadaya tanpa dukungan APBD. Tuntas hanya dalam waktu 1,5 bulan.

Kawasan itu nantinya akan dijadikan kawasan pertanian terpadu. Mulai dari bercocok tanam, berkebun dan berternak.

Seandainya kawasan tersebut dibantu Kementerian Pertanian dengan 1.000 ekor sapi, kata Genius, pihaknya akan membentuk kelompok masyarakat yang akan merawat sapinya.

"Sehingga hasilnya nanti bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyant dan Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan TB Haeru Rahayu berjanji akan memproses apa yang diminta Pemerintah Kota Pariaman.

"Karena kami sudah melihat sendiri dan menilai bahwa semua itu memang ada dan tidak mengada-ngada," kata Prihasto.

Rombongan Komisi IV DPR RI pada kesempatan itu juga melakukan penebaran bibit ikan, penanaman bibit buah dan peninjauan lokasi Integrated Farming.

Selanjutnya rombongan menuju Desa Kampung Apar untuk melakukan peninjauan pembibitan magot di Bank Sampah Sahabat Alam (BSSA) dan KAIC (Kampung Apar Inovation Center). (Juned/Desi/OLP)