Pelajar Pariaman antusias menerima Vaknisasi Covid-19

Walikota Genius Umar menyapa para siswa sebelum pemberian vaksin di SMA Negeri 3 Pariaman. Foto: Junaidi

Pariaman - Vaksinasi Covid-19 Kota Pariaman on progress menuju kekebalan komunal. Tidak hanya menyasar masyarakat umum dan lansia, sasaran vaksin saat ini sudah diberikan kepada pelajar atau usia remaja.

Vaksinasi Covid-19 bahkan dilakukan di sekolah umum tingkat SLTA. Dalam pantauan wartawan, sejumlah SMA Negeri di Pariaman telah mulai menyuntikkan vaksin kepada siswa-siswi mereka. Di SMA Negeri 2 Pariaman, vasinasi Covid-19 dilakukan pada Selasa (7/9), sedangkan di SMA Negeri 3 dilakukan Rabu kemarin (8/9).

Menurut Walikota Pariaman, Genius Umar saat meninjau pemberian vaksin kepada siswa SMA Negeri 3 Pariaman, para siswa terlihat antusias mengikuti vaksinasi di sekolah. Kalangan pelajar sebagaimana warga Pariaman umumnya, kata Genius, memiliki kesadaran tinggi untuk divaksinasi.

"Tiap hari kuota pemberian vaksin selalu penuh di puskesmas-puskesmas. Sasaran pemberian vaksinasi Covid-19 Kota Pariaman salah satu yang tercepat di Sumatra Barat. Bahkan kini kita sudah menyasar kalangan pelajar," kata Genius Umar.

Untuk pemberian vaksin di SMA Negeri 3 sendiri, ujar Genius, pihaknya menurunkan vaksinator berpengalaman dari sejumlah puskesmas ke sekolah itu. Vaksin yang diberikan jenis Sinovac yang sebelum pemberian selalu disimpan dalam lemari pendingin.

"Kita optimis Kota Pariaman akan segera mencapai target kekebalan komunal pertama di Sumatra Barat. Pemberian vaksin tiap hari dilakukan di empat puskesmas dan RSUD Dr Sadikin yang diikuti lebih dari 300 orang tiap harinya," ungkap Genius.

Selain itu, kata dia, pemberian vaksin kepada pelajar juga untuk memaksimalkan belajar tatap muka di sekolah. Ia juga bersyukur para wali murid juga mendukung program vaksinasi kepada anak mereka di sekolah.

"Orang tua dan wali murid juga sangat mendukung karena sebelum pemberian vaksin siswa diminta meminta izin kepada orang tua mereka sembari membawa fotokopi Kartu Keluarga," ujarnya.

Kota Pariaman sendiri telah melakukan belajar tatap muka di sekolah beberapa bulan lalu sejak level asesmen penyebaran Covid-19 Kota Pariaman turun menjadi level III.

Salah seorang orang tua murid, Yosi, yang anaknya telah divaksinasi di SMA Negeri 2 Pariaman mengaku tidak khawatir. Bahkan menurut dia, vaksinasi merupakan hak bagi anaknya.

"Vaksin merupakan hak yang tujuannya untuk melindungi kesehatan kita. Saya tidak pernah peduli dengan isu negatif tentang vaksin. Kenapa? Karena presiden dan walikota saja mau divaksin, masak kita warga ga mau," kata Yosi.

Ia malah berharap agar program vaksinasi di berbagai daerah segera mencapai target herd immunity agar kehidupan kembali normal seperti semula.

"Karena dari yang saya baca baca jika sudah capai target herd immunity, corona akan jadi penyakit endemi biasa dan kita bisa hidup berdampingan dengannya. Seperti di Singapura dan Eropa, semua sudah normal karena mereka sudah herd immunity," pungkas dia. (Juned/OLP)