Muscab V PPP Kota Pariaman, siapa pengganti Mulyadi?


Pariaman - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Pariaman menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke V di Hotel Nantongga, Pariaman, Kamis (23/9). Muscab kali ini berbeda dari pemilihan sebelumnya, yakni mengikuti mekanisme baru - sesuai Muktamar PPP Pusat yang diselenggarakan pada awal 2021 lalu.

"Muscab fokus membentuk tim formatur, kemudian setelah terbentuk, tim formatur diberi waktu menyusun kepengurusan baru, termasuk ketua, sekretaris dan bendahara," ungkap Sekretaris Wilayah PPP Sumatra Barat, Mulyadi.

Tim formatur yang akan dipilih, ungkap Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman ini, terdiri dari 1 orang unsur DPP PPP, 1 orang unsur DPW, 1 orang unsur DPC dan 2 orang unsur PAC. Artinya, Muscab PPP mengedepankan musyawarah mufakat, tidak lagi pemilihan langsung melalui voting dan aklamasi.

"Setelah tim formatur terbentuk, tim formatur menyusun kepengurusan (DPC PPP periode 2021-2026) baru paling lama 20 hari setelah Muscab, setelahnya, tim formatur membuat berita acaranya, kemudian (pengurus yang baru dipilih) di-SK-kan," terang Ketua PPP Kota Pariaman dua periode ini.

Mulyadi yang tidak lagi mencalonkan diri sebagai Ketua PPP Kota Pariaman ini menambahkan, mekanisme pemilihan pengurus partai lewat formatur dianggap lebih cocok dengan semangat PPP yang mengedepankan musyawarah mufakat.

Selain menghindari pertikaian antar kader, dengan formatur, para pengurus akan fokus membesarkan partai dan lebih memahami semangat daripada partai berlambangkan kiblat umat muslim sedunia ini. Kader akan fokus memilih perwakilan mereka menjadi anggota formatur sembari menitipkan aspirasinya.

Sementara, Ketua DPW PPP Sumatra Barat, Hariadi menyebut PPP saat ini merupakan partai ramah milenial. Ia mencontohkan sendiri di kepengurusan DPW PPP Sumbar yang 40 persen di antara kadernya dari kalangan milenial.

"Ada yang umur 20-an, 30-an dan 40-an. Di kepengurusan DPW PPP usia saya yang paling tua," kata Hariadi.

Hariadi juga bangga dengan capaian PPP Kota Pariaman yang dua kali memenangkan Pilkada Kota Pariaman dan berhasil meraih kursi pimpinan DPRD Kota Pariaman pada Pemilu 2019.

"Padahal di Sumatra Barat secara keseluruhan perolehan kursinya menurun," aku suami dari anggota DPD RI Emma Yohanna ini.

Muscab PPP Kota Pariaman mencengangkan

Walikota Pariaman, Genius Umar mengaku tercengang dengan tingkat kehadiran para undangan dalam Muscab V PPP Kota Pariaman yang bertabur karangan bunga itu.

Genius yang akrab dengan wajah-wajah pimpinan parpol dan anggota DPRD Kota Pariaman ini menyebut tingkat kehadiran anggota DPRD Kota Pariaman pada acara itu memenuhi kuorum paripurna.

"Anggota DPRD yang hadir lengkap, bisa sidang paripurna," kata Genius sembari menyapa nama-nama anggota DPRD yang hadir, dan disambut tawa hadirin.

Tidak hanya anggota DPRD, di kursi barisan depan, juga tampak Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin, mantan calon bupati Padangpariaman, Tri Suryadi, Ketua DPRD Kota Pariaman, Fitri Nora, Ketua Partai Gerindra, Mimi Elfita, dan nama lainnya.

Bahkan Muscab V PPP Kota Pariaman juga dihadiri oleh pengurus DPP PPP, Hilman Ismail Metareum. 

Untuk diketahui, PPP sendiri dideklarasikan pada tanggal 5 Januari 1973. Partai ini merupakan hasil gabungan dari empat partai agama yakni Partai Nahdlatul Ulama (NU), Partai Serikat Islam Indonesia (PSII), Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) dan Parmusi. 

Penggabungan keempat partai keagamaan tersebut bertujuan untuk penyederhanaan sistem kepartaian di Indonesia menghadapi Pemilihan Umum pertama pada masa Orde Baru tahun 1973. (OLP)