Manfaatkan aliran Batang Mangor, Desa Rambai tawarkan Body Rafting

Foto: Junaidi

Pariaman - Desa Rambai mulai ramai dikunjungi wisatawan setelah pihak desa secara serius menggarap destinasi wisata memanfaatkan aliran sungai Batang Mangor. Dengan konsep waterfront city, area tepi sungai juga disulap menjadi taman keluarga yang indah.

Memanfaatkan arus sungai Batang Mangor yang mengalir di desa itu, wisatawan bisa memanjakan diri sembari memacu adrenalin dengan arung jeram, kayak, dan body rafting - seperti di Pangandaran. Untuk kawasan Batang Mangor, baru cocok untuk olah raga kayak, body rafting dan full body rafting.

Full body rafting merupakan wisata telusur sungai dengan menggunakan peralatan lengkap. Mulai dari helm, decker, dan life jacket, dengan durasi lebih dari satu jam.

Untuk melakukannya diperlukan pemandu berpengalaman dan berlisensi dengan jalur sungai yang panjang. Sedangkan rafting yang bersifat reguler dan lebih aman bisa juga dilakukan dengan menggunakan perahu, kano dan alat pengapung lainnya.

Kelebihan body rafting dibanding arung jeram, wisatawan lebih dimanjakan selama penelusuran arus sungai. Mereka bisa melakukan aktivitas fotografi dan videografi mengabadikan pemandangan sekitar Batang Mangor yang terkenal indah dan sejuk.

Untuk melakukannya, diperlukan alat transportasi untuk membawa wisatawan ke hulu atau hilir sungai, minimal berjarak 1 km dari lokasi titik pemberhentian. Di Sumatra Barat, ini telah mulai dirintis oleh sekelompok pemuda sadar wisata di aliran sungai di bawah jembatan Lubuak Tano, Padangpariaman.

Kelebihan konsep wisata air yang ditawarkan Desa Rambai sedikit berbeda. Selain body rafting, wisatawan juga bisa mandi di area air dangkal dengan pengawasan pemuda setempat yang telah dilatih. Selain itu, dengan adanya taman, wisatawan bisa menyaksikan pemandangan sekitar di sore hari dan mengkaptur foto untuk media sosialnya.

Walikota Pariaman, Genius Umar beserta keluarga yang mengunjungi kawasan tersebut pada Sabtu (28/9) mencoba body rafting menggunakan perahu karet.

Menggunakan dua perahu karet, ia beserta rombongan menelusuri sungai Batang Mangor hingga tiba di Jembatan Kurai Taji. Untuk kembali ke titik awal, mereka menumpang mobil yang telah disediakan sebelumnya.

Genius memuji konsep wisata yang ditawarkan Desa Rambai yang jelas berbeda dari desa-desa wisata lainnya di Pariaman. Menurutnya, kawasan rafting Desa Rambai terbilang sejuk dan nyaman.

"Sangat cocok untuk melepas penat setelah menjalani rutinitas harian yang membuat kita lelah. Ditunjang dengan pemandangan yang asri, tempat ini jadi lebih eye catching dengan adanya konsep waterfront city," kata Genius.

Aliran sungai Batang Mangor yang bermuara ke Pantai Sunur, juga dipuji Genius. Ia menyebut aliran Batang Mangor yang melintasi Desa Rambai airnya cukup jernih dan bersih.

"Karena itu kita langsung mandi-mandi. Anak-anak juga antusias," pungkasnya.

Pengembangan wisata alami memanfaatkan aliran sungai yang dikelola Desa Rambai, merupakan rintisan awal yang cukup inovatif.

Dengan sedikit pengembangan, seperti menyediakan peralatan lengkap kano, perahu karet, dan perlengkapan individual, Desa Rambai akan menjadi destinasi tujuan utama bagi penggemar olah raga minat khusus body rafting di Sumatra Barat dan Tanah Air. (OLP)