Vaksinator terbatas, Pariaman baru targetkan 130 warga divaksin tiap harinya

Dua anak walikota Pariaman ikuti vaksinasi Covid-19 anak di bawah umur 18 tahun. Foto: Junaidi

Pariaman - Pemko Pariaman terus melakukan vaksinasi Covid-19 di berbagai lokasi. Selain di puskesmas-puskesmas, vaksinasi massal dilakukan di titik kumpul masyarakat seperti pasar dan destinasi wisata.

Selain menyasar warga Pariaman, vaksinasi yang dilakukan Pemko Pariaman juga bagi masyarakat umum yang memang sedang berada di lokasi posko vaksinasi.

Sasaran vaksinasi bagi warga Pariaman, saat ini, adalah masyarakat umum termasuk anak-anak di bawah usia 18 tahun - karena vaksinasi untuk kalangan tenaga medis dan pejabat publik sudah mencapai target. Sedangkan vaksinasi di lokasi wisata dan pasar, sasarannya pedagang dan pengunjung, baik warga Pariaman maupun warga yang berdomisili dari daerah lain.

"Dengan vaksinasi pedagang dan pengunjung terlindungi dari penyebaran Covid-19. Ini akan membentengi dirinya karena vaksin akan membentuk kekebalan tubuh," kata Genius Umar di Pasar Pariaman, Selasa (6/7).

Sadar akan pentingnya vaksinasi Covid-19, dua orang anak Genius Umar juga jadi peserta vaksin dosis pertama kalangan anak-anak, Syamil Philosophy dan Syatir Emirate. Keduanya masih berusia 13 dan 16 tahun.

Genius mengatakan, sesuai target terbaru dari pemerintah pusat, target herd immunity atau kekebalan komunal kota Pariaman adalah 50 ribu peserta vaksin dari total 97 ribu jiwa penduduk Pariaman.

Untuk itu, kata dia, pihaknya akan melakukan vaksin tiap harinya. Baik di rumah sakit, puskesmas, titik kumpul masyarakat dan lokasi parsial lainnya.

Namun dengan terbatasnya tenaga vaksinator di lapangan, pihaknya baru menargetkan 130 peserta tiap harinya. Dengan dilakukan tiap hari, tidak lama lagi Pariaman akan mencapai target kekebalan kelompok terhadap Covid-19 karena hingga saat ini sudah lebih dari 13.500 dosis vaksin telah disuntikkan kepada warga Pariaman dari berbagai kalangan.

"Kita juga gencar lakukan sosialisasi agar masyarakat tidak perlu cemas. Padahal vaksinasi Covid-19 terbukti aman dan telah digunakan di seluruh dunia," kata dia. (OLP)