Hari kedua PPKM Darurat Pariaman: pelaku wisata dan pedagang pilih libur dari pada rugi


Pariaman - Hari kedua pemberlakukan PPKM Darurat di Kota Pariaman sejumlah cafe dan restoran memilih tutup dari pada merugi. Begitu juga dengan pedagang yang masih bertahan berjualan di sejumlah objek wisata.

"Banyak lapak yang tutup. Saya sendiri baru bisa jualan sore hari saat petugas sudah pulang. Tapi tetap saja sepi," kata Man, salah seorang pedagang di salah satu objek wisata Pariaman.

Semenetara pedagang lainnya beralasan penutupan cafe dan restoran selain karena PPKM Darurat juga karena menjelang hari raya Idul Adha.

"Kita libur selama tiga hari karena Idul Adha," kata Adek, salah seorang pemilik cafe di Pariaman, Senin (19/7).

PPKM Darurat diberlukan hingga 25 Juli 2021 mendatang mengingat status kota Pariaman saat ini sudah dalam zona merah atau asesmen empat.

Selain penutupan seluruh objek wisata, Pemko Pariaman juga menyekat enam titik perbatasan Kota Pariaman dengan daerah lain.

Walikota Pariaman Genius Umar bahkan menegaskan akan membalikkanankan bagi pengendara yang melintas di pos-pos penyekatan perbatasan jika tidak menunjukkan surat keterangan sudah divaksinasi Covid-19.

"Bagi yang tidak punya surat keterangan sudah divaksin, terpaksa kita minta balik kanan," kata Genius Umar. (OLP)