Organisasi wanita Pariaman kirim dana untuk warga sipil korban konflik Palestina - Israel

Warga sipil Palestina jadi korban akibat konflik berkepanjangan. Foto: istimewa/human-initiative.org.

Pariaman - Jajaran pengurus PKK dan DWP Kota Pariaman kumpulkan dana yang akan disumbangkan untuk warga Palestina yang saat ini kembali terlibat konflik perang dengan Israel.

"Dana yang terkumpul dari Pokja I Rp 25,55 juta dan DWP sebesar Rp 14,7 juta. Sehingga total keseluruhannya Rp 40,25 juta," kata Ketua PKK Kota Pariaman, Lucy Genius Umar di Pariaman, Kamis (24/6).

Dana yang sudah terkumpul tersebut, kata Lucy akan segera disalurkan kepada warga korban perang Palestina. Sementara uang tersebut telah diserahkan kepada Walikota Pariaman, Genius Umar untuk segera dikirimkan.

Penggalangan dana Peduli Palestina, kata Lucy berawal dari ajakan Ketua PKK Sumatra Barat, Harneli Mahyeldi. Saat itu Harneli mengimbau agar seluruh PKK dan lembaga wanita lainnya di Sumatra Barat ikut berpartisipasi meringankan beban warga Palestina.

Dana yang sudah terhimpun tersebut, terang Lucy nantinya akan dikirimkan langsung ke Palestina melalui lembaga kemanusiaan terpercaya agar segera disalurkan kepada warga korban perang di Palestina.

"Melalui lembaga kemanusiaan yang terpercaya kita yakin dana tersebut akan tersalurkan secepatnya. Dinas Kesra punya daftar lembaga kemanusiaan yang sudah terpercaya dan akan segera mentransferkannya," pungkas Lucy.

Konflik Palestina - Israel berawal dari kericuhan di kompleks Masjid Al Aqsa dipicu kepolisian Israel yang menutup tempat warga Palestina biasanya berkumpul setelah berpuasa.

Penutupan itu membuat warga setempat meradang dan melancarkan aksi, membuat polisi akhirnya mencabut blokade. Namun dalam beberapa hari terakhir, pertikaian kembali pecah karena Israel mengancam akan mengusir puluhan warga di kawasan Sheikh Jarrah.

Terkait ancaman pengusiran atas warga Palestina dari wilayah mereka yang diklaim oleh para pemukim Yahudi, membuat bentrokan juga pecah di Sheikh Jarrah.

Sedikitnya 205 warga Palestina dan 17 aparat keamanan Israel luka-luka akibat bentrokan. Sebagian besar warga Sheikh Jarrah adalah orang Palestina. Namun, bagi Israel, wilayah itu merupakan lokasi suatu tempat suci karena terdapat makam seorang imam agung Yahudi.

Polisi Israel bahkan menggunakan meriam air dari kendaraan lapis baja untuk membubarkan ratusan pemrotes yang berkumpul di dekat rumah-rumah keluarga yang terancam diusir. Hingga saat ini konflik terus terjadi meski beberapa waktu lalu sempat terjadi gencatan senjata antara Israel dengan Hamas. Korban dari pihak Palestina mayoritas warga sipil, mulai dari wanita, hingga anak-anak. (Tim)