Genius sudah melakukan sebelum Jokowi menganjurkan

Walikota Genius Umar dan Mendagri Tiro Karnavian saat rapat koordinasi nasional kepala daerah dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta, Rabu 28 April lalu. Foto: istimewa
 

Pariaman - Walikota Pariaman Genius Umar salurkan bantuan langsung tunai atau BLT bersumber dari dana desa kepada 2.705 keluarga secara simbolis di empat desa, Pariaman, Sabtu (1/5).

Penerima BLT bersumber dari dana desa, kata Genius, merupakan keluarga yang tidak termasuk dalam basis data terpadu (BDT) karena masyarakat yang masuk data BDT akan menerima bantuan sosial rutin dari pemerintah.

BLT Covid-19 yang dibagikan Genius merupakan penyaluran tahap pertama di 2021 dengan sasaran penerima; para lansia dan masyarakat yang menderita penyakit menahun sebesar Rp 300 ribu per keluarga setiap bulan - yang didistribusikan oleh Bank Nagari.

"Proses pencairan BLT melalui Bank Nagari Pariaman. Tahap pertama bulan Januari, dan bulan-bulan selanjutnya setelah proses administrasi selesai," kata Genius Umar.

Untuk pencairan tahap pertama itu, kata Genius, telah dilakukan oleh 42 desa, sisanya masih ada 13 desa lagi yang masih dalam proses pencairan.

Dia mengimbau agar setiap kepala desa mempercepat proses pencairan BLT dana desa untuk kepentingan masyarakat di bulan Ramadhan jelang hari raya Idul Fitri 1442 Hijriyah. Ia meminta pihak desa benar-benar menyalurkan kepada sasaran penerima yang tepat.

"Percepat proses administrasi sehingga BLT bulan Februari, Maret dan April selanjutnya segera disalurkan," pungkasnya.

Percepatan penyaluran BLT dan bantuan sosial lainnya

Genius Umar mengatakan Presiden Joko Widodo saat rapat koordinasi dengan kepala daerah di Kemendagri yang diikuti Genius Umar - satu-satunya kepala daerah dari Sumatera Barat - menegaskan perlunya percepatan pemulihan ekonomi. Setiap kepala daerah diminta presiden agar membelanjakan APBD-nya, jangan anggarannya hanya diparkir di bank.

Presiden juga menekankan agar setiap daerah segera menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak ekonomi imbas pandemi Covid-19.

Untuk kota Pariaman sendiri, kata Genius selain menyalurkan BLT yang bersumber dari dana desa, juga menyalurkan dana bantuan tunai kepada masyarakat yang terkena pemutusan hubungan kerja melalui program padat karya bagi sembilan desa.

Walikota Genius Umar salurkan BLT bantuan Covid-19 bagi masyarakat Pariaman. Foto: istimewa

Program tersebut bernama cash for work (CFW) dalam program kota tanpa kumuh (Kotaku) meliputi kerja pemeliharaan, mulai dari rehab ringan hingga rehab sedang infrastruktur. Jenis infrastrukturnya seperti jalan, drainase, air minum dan sanitasi. Masing-masing desa akan membentuk kelompok kerja yang anggotanya para korban PHK dan menganggur akibat pandemi Covid-19.

Program ini memberikan bantuan tunai berupa upah kerja kepada masyarakat yang kena PHK dan kehilangan pemasukan akibat pandemi Covid-19. Setiap desa penerima program CFW Kotaku sebesar Rp 300 juta.

Sat ini baru sembilan desa penerima CFW program Kotaku, yakni Desa Kampung Baru, Desa Rawang, Desa Pauh Barat, Desa Palak Aneh, Desa Padang Cakua, Desa Cubadak Aie, Desa Cubadak Aie Selatan, Desa Tungkal Selatan dan Desa Sintuak.

Progres vaksinasi Covid-19

Genius Umar menyampaikan hingga saat ini cakupan vaksinasi Covid-19 di kota Pariaman sudah 73 persen dari jumlah vaksin yang diterima kota Pariaman. Dari 5.180 dosis vaksin, sudah 3.789 dosis vaksin yang telah disuntikkan, sisanya 1.178 dosis dialokasikan bai tenaga kesehatan.

Tenaga medis yang telah divaksin untuk kota Pariaman, kata Genius sudah melebihi target nasional yakni 130 persen. Dari 900 yang ditargetkan bagi tenaga kesehatan, aplikasinya mencapai jumlah 1.170 tenaga kesehatan.

Sedangkan vaksinasi bagi petugas publik sudah mencapai 47,59 persen atau setara jumlah 2.512 orang dari total 5.278 petugas publik yang ada di kota Pariaman.

"Target yang harus kita capai adalah 70 persen," kata dia. (Dewi/Juned/OLP)