Wapres minta menteri dengar aspirasi Genius Umar untuk pembangunan pasar basah dan masjid terapung

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin gunting pita dari bunga melati tanda diresmikannya Pasar Rakyat Kota Pariaman. Foto: istimewa

Pariaman - Walikota Pariaman Genius Umar meminta kepada Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin agar pemerintah pusat menurunkan anggaran untuk pembangunan pasar basah yang berada di seberang jalan Pasar Rakyat Pariaman.

Pasar basah tersebut rencana Genius akan ia integrasikan dengan bangunan baru Pasar Rakyat Pariaman dengan membuat jembatan penghubung yang di bawahnya masih bisa dilewati Tabuik saat pesta budaya Tabuik yang digelar setiap bulan Muharam kalender Hijriyah.

Selain itu, Genius juga menyampaikan niat Pemko Pariaman membangun Masjid Terapung namun hingga kini belum selesai karena terbatasnya APBD Kota Pariaman. Pembangunan Masjid Terapung saat ini dibiayai APBD, namun sebatas tiang pancang pipa sebagai pondasi.

"Pembangunan masjid terapung melambangkan historis penyebaran agama Islam di Pariaman," ungkap Genius di hadapan Wapres Ma'ruf Amin saat meresmikan Pasar Rakyat Kota Pariaman di Pasar Pariaman, Selasa (6/4).

Hal senada juga disampaikan oleh Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi. Mahyeldi yang memulai sambutannya dengan sebuah pantun itu, mengatakan ada sekitar 516 pasar rakyat di seluruh Sumatra Barat, namun hanya 24 pasar yang memenuhi standar.

Meski ada banyak pasar rakyat, Mahyeldi meminta kepada Wapres cukup untuk pembangunan 5 pasar saja, yakni Pasar Rakyat Batusangkar di Tanah Datar, Pasar Bawah Bukittinggi, Pasar Koto Baru Tanah Datar, Pasar Raya Padang, dan pasar basah Pariaman.

Di samping itu, Mahyeldi juga menyampaikan bahwa dalam APBD Provinsi Sumatra Barat 2021 telah dianggarkan Rp 7 miliar untuk pembangunan jalan di jalur pantai dari Bandara Internasional Minangkabau ke Kota Pariaman.

Kemudian gubernur juga mengungkapkan kepada wapres telah mulai beroperasinya kereta api dari Padang hingga ke Sungai Limau Padangpariaman guna menunjang transportasi sekaligus mendukung pariwisata.

Menjawab permintaan tersebut, Wapres Ma'ruf Amin meminta kepada Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Wakil Menteri PUPR agar mendengarkan aspirasi dari gubernur dan walikota tersebut.

Menurutnya permintaan yang disampaikan gubernur dan walikota selaras dengan program pemerintah pusat - melalui lintas kementerian dalam program nasional revitalisasi pasar rakyat - guna meningkatkan ekonomi nasional.

"Juga lakukan optimalisasi pasar dengan belanja di Pasar Rakyat Pariaman," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wapres menandatangani dua prasasti sekaligus yang ia sebut "menjamakkan". Yakni Prasasti Pasar Rakyat Kota Pariaman dan Prasasti GOR Universitas Negeri Padang di Pasar Pariaman. (OLP)