Penyebab Sala Lauak habis sebelum waktunya di hari pertama puasa

Sala Lauak Pariaman menu sajian utama hidangan berbuka puasa bagi warga Pariaman. Foto: OLP

Pariaman - Sala lauak alias sala bulek jadi menu buka puasa paling favorit di hari pertama Ramadhan 1442 Hijriyah di kota Pariaman, Selasa (13/4). Belum sempurna menu buka puasa tanpa sajian sala lauak.

Dalam pantauan wartawan, mendekati pukul 18.00 Wib, sejumlah pelapak sala lauak sudah kehabisan stok jualan, padahal jumlah penjual sala lauak - yang langsung digoreng di lapaknya masing-masing itu - tergolong banyak untuk ukuran hari puasa pertama.

"Saya sampai mondar mandir dari Cimparuah, Alai Gelombang, Kampung Pondok, Jawi-Jawi, Pasar Pariaman, hanya satu dua lapak yang masih ada. Itupun antri karena sala masih digoreng dalam tungku penjarangan," kata Eli, warga Pariaman Tengah yang mengaku mondar mandir mencari sala lauak untuk sajian menu buka puasa keluarganya.

Karena semua penjual sala antri penjarangan, Eli terpaksa ikut antri pula, namun sayangnya ketika sala lauak tersebut sudah masak, sudah habis sebelum mencapai antrian dia. Ia jadi tak kebagian.

"Karena yang dulu didahulukan penjual," imbuhnya.

Karena gigih, Eli menuju Pasar Pariaman. Kali ini, saat antri, ia menyerahkan langsung uangnya dan menungguinya, lalu menanyakan apakah ketersediaan cukup buat semua orang yang antri.

"Beruntung saya dapat, tapi, menjelang pulang dan masih di atas motor, sirine tanda berbuka puasa sudah berdengung," kisahnya.

Apa penyebab sala lauak cepat habis. Upik, salah seorang penjual sala lauak mengatakan dia juga tidak mengetahuinya. Tapi dia juga bilang biasanya di hari pertama puasa, pedagang membatasi stok karena hari pertama puasa Ramadhan di Pariaman selalu tidak seragam.

"Karena ada juga yang menunggu maniliak bulan, baru puasa. Kita batasi stok, dan nyatanya cepat sekali habisnya," kata Upik.

Selain itu, sambung Upik, di hari pertama puasa, tidak semua pedagang sala lauak berjualan. Ada yang masih dalam tahapan persiapan.

"Di hari kedua puasa dan ketiga saya kira tidak begitu lagi. Karena kita stok normal dan pedagang sala lauak semuanya berjualan," pungkasnya. (OLP)