Luncurkan Solusi Finansial Fitness, OCBC NISP Ingin Generasi Indonesia Capai Financially Fit

Jakarta - Bank OCBC NISP meluncurkan solusi finansial fitness by NYALA OCBC NSIP agar generasi muda Indonesia memiliki kondisi financially fit menggeser mindset dari getting rich menjadi getting, Senin (15/3) dalam acara #TAYTB (tak ada yang tak bisa) Show, secara virtual.

Direktur Bank OCBC NISP, Ka Jit mengatakan solusi finansial fitness ini lebih dari sekadar produk keuangan, namun juga merupakan solusi terintegrasi yang menghadirkan program pendampingan mulai dari Nyala Financial Fitness Squad, Komunitas Ruang meNYALA, platform edukasi https://ruangmenyala.com dan Ruang MeNYALA Financial Fitness Gym.

“OCBC NISP menyadari bahwa membangun generasi financially fit diperlukan langkah besar, mulai dari meningkatkan pemahaman dasar finansial (knowledge), memperbaiki kebiasaan manajemen keuangan yang salah (behaviour) dan meluruskan mindset terkait finansial yang keliru agar mereka dapat mengambil keputusan keuangan yang tepat (attitude),” ujar Ka Jit.

Ia mengatakan OCBC NISP terus berinovasi untuk menghadirkan solusi literasi keuangan yang dapat diterima baik oleh generasi Indonesia.

Inovasi itu diantaranya, pelaksanaan festival finansial pertama di Indonesia sejak tahun 2019, dan #TAYTBFest dan #SAVE20 by Nyala, yakni gerakan yang mengajak masyarakat menabung dan berinvestasi mulai dari Rp20 ribu.

"Khusus di tahun 2021 bertepatan dengan usia OCBC NISP yang ke-80 tahun, OCBC NISP hadirkan solusi financial fitness sebagai solusi komprehensif dan masif guna membantu pemerintah untuk membawa Indonesia melaju jauh menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2045," kata Ka Jit.

Ka Jit juga mengungkapkan data survei indeks literasi keuangan otoritas jasa keuangan, menunjukkan masyarakat Indonesia masih memiliki tingkat literasi keuangan yang rendah, dengan indeks literasi 38,03% dari total populasi.

Menurut dia, ada tiga permasalahan finansial yang perlu dibenahi agar menjadikan masyarakat yang financially fit. Mulai dari pengetahuan dasar, kebiasaan dan mindset.

Kurangnya pengetahuan tentang finansial menyebabkan banyak masyarakat mengambil keputusan finansial yang kurang tepat, semisal investasi mengikuti tren tanpa punya pemahaman dasar, pemahaman kapan waktu yang tepat untuk mempersiapkan dana darurat, proteksi atau investasi.

Hal yang dibenahi kedua yakni, kebiasaan menajemen finansial yang kurang tepat, seperti tergoda ajakan diskon, membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan dengan cara kredit.

Permasalahan lain yang perlu dibenani agar mencapai financially fitnees adalah mindset. Mindset keuangan yang kurang tepat, misalnya perencanaan keuangan itu cuma buat orang kaya, karena biaya konsultasinya itu mahal atau perencanaan keuangan itu sulit, bahkan menganggap pendapatannya tidak bisa disisihkan untuk tabungan/investasi. (Nanda).