Demi Imunitas dan Layani Masyarakat, Nakes Pariaman Berbondong-bondong Divaksin Covid-19

Foto: Erwin

Pariaman - Walikota Pariaman Genius Umar pantau langsung proses vaksinasi Covid-19 terhadap puluhan tenaga kesehatan (Nakes) di RSUD dr Sadikin Pariaman, Rabu (17/2).

"Sekitar 64,56 persen Nakes sudah divaksinasi. Sedangkan hari ini kita akan berikan vaksin bagi Nakes yang belum melakukan vaksin," ungkap PLT Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Nazifah.

Jumlah total Nakes yang ada di kota Pariaman mencapai 1.582 orang, dan lebih dari separuhnya telah melakukan vaksinasi pada pemberian tahap pertama. Sedangkan pemberian vaksin tahap kedua telah disuntikkan pada 7,2 persen Nakes.

Pemko Pariaman sendiri saat ini memiliki lima tim vaksinator yang akan melakukan vaksinasi di seluruh puskesmas yang ada di kota Pariaman dan RSUD dr Sadikin Pariaman.

"Seluruh Nakes yang belum divaksin, akan kita clearkan hari ini," sambungnya.

Nazifah menargetkan hingga 21 Februari, target 90 persen dari keseluruhan Nakes akan selesai divaksin guna mencapai imunitas bagi Nakes terhadap Covid-19 di kota Pariaman.

"Selanjutnya vaksinasi akan diberikan pada petugas pelayanan publik lainnya," terangnya.

Direktur Tamar Medical Care (TMC) Pariaman, Kolonel (Pur) dr Farhaan mengatakan, Nakes harus menjadi contoh bagi masyarakat guna menyukseskan program vaksinasi nasional Covid-19 agar masyarakat terhindar dari inveksi Covid-19.

Mantan Dirut Semen Padang Hospital itu menyebut vaksin jenis Sinovac yang telah disuntikkan pada Presiden Joko Widodo dan Walikota Pariaman Genius Umar telah teruji keamanannya secara medis.

"Ketika vaksin disuntikkan kepada manusia sudah melalui uji kelinis secara bertahap. Kecuali bagi pasien komorbid atau seseorang yang berisiko mengalami kondisi parah ketika terinfeksi virus corona yang disertai dengan penyakit penyerta," kata dia.

Pemberian vaksin juga aman bagi penderita hipertensi yang saat dilakukan pemeriksaan skrening di bawah 180 dan pasien Diabetes Militus tipe 2.

Vaksin Sinovac, jelasnya adalah vaksin dari virus yang sudah dimatikan yang efektifitasnya harus dilakukan boster. Misalnya pada golongan usia muda bosternya 14 hari dan pada orangtua lansia di atas 90 tahun bosternya 28 hari sebelum disuntik lagi dosis kedua.

"Jelas bagi nakes yang masih belum divaksin sangat rawan terpapar virus. Sebagai Nakes kita harus melindungi diri kita sendiri dulu sebelum melindungi oranglain," pungkasnya. (Erwin/OLP)