Pariaman Siapkan 7 Puskesmas Untuk Penyuntikan Vaksin Covid-19 Jenis Sinovac

Foto ilustrasi kompas.com/istimewa


Pariaman - Walikota Pariaman Genius Umar nyatakan vaksin Covid-19 sama halnya dengan vaksin-vaksin lainnya yang pernah disuntikkan di tubuh manusia. Hanya saja sekarang banyak sekali berita hoaks yang sengaja disebarkan oleh oknum tertentu untuk membuat kegaduhan dan ketakutan.

"Yang beginilah, begitulah sehingga membuat masyarakat ragu dan takut. Padahal orang yang menyebarkan isu tersebut adalah orang yang tidak paham sama sekali dengan vaksin," kata Genius Umar di Pariaman, Kamis (14/1).

Vaksin Covid-19 yang sudah disuntikkan kepada Presiden Joko Widodo tersebut sudah dinyatakan aman oleh WHO, BPOM dan sudah disertivikasi halal oleh MUI. Kota Pariaman, kata Genius menyatakan kesiapan diri dalam program nasional penyuntikan vaksin.

Jelang kedatangan vaksin di Pariaman, kata Genius, pihaknya bersama Forkopimda dan seluruh stakeholder, MUI, lintas tokoh masyarakat akan melakukan sosialisasi ke masyarakat.

Genius menegaskan untuk menghadapi pandemi Covid-19 tidak ada cara lain selain vaksinasi untuk mencapai kekebalan tubuh terhadap virus corona. Semakin banyak warga divaksin semakin mempersempit ruang gerak penyebaran virus corona.

Pemko Pariaman saat ini telah menyiapkan tujuh Puskesmas sebagai tempat pelayanan penyuntikan vaksin Sinovac. Seluruh Puskesmas tersebut telah dilengkapi ruang pendingin tempat penyimpanan vaksin.

Vaksinasi dimulai di Sumatra Barat

Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno batal menjadi orang pertama di Sumatra Barat yang disuntik vaksin Covid-19 jenis Sinovac karena alasan kesehatan. Sebagai gantinya, Danrem 032 Wirabraja Brigjen TNI Arief Gadjah Mada menjadi orang pertama yang disuntik vaksin.

Irwan Prayitno mengatakan pembatalan dirinya sebagai orang pertama disuntik vaksin berdasarkan arahan dokter yang memeriksa kesehatan dirinya sebelum pemberian vaksin.

“Tadi malam saya dapat surat, untuk tahap pertama ini saya belum bisa divaksin. Menurut dokter orang yang memiliki riwayat hipertensi, apalagi komorbid itu tidak prioritas untuk divaksin,"
ujar Irwan kepada wartawan di Padang, Kamis (14/1) saat pencanangan program vaksinasi.
 

Sebelum penyuntikan vaksin hari ini, sambung Irwan, dirinya menerima surat dari dokter yang memberitahukan dirinya agar menunda disuntik vaksin hingga kesehatannya memungkinkan. Irwan diketahui memiliki riwayat hipertensi dan dianggap komorbid yang tidak menjadi prioritas menerima vaksin.

"Jadi jangan heran untuk sementara tidak prioritas, kemarin saya masih semangat sampai tengah hari. Tapi kemudian diberitahukan saya sebaiknya tidak dulu,” tuturnya.

Irwan mengingatkan bahwa pemberian vaksin adalah usaha pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19. Pemberian vaksin dibarengi dengan tetap menjalankan protokol kesehatan 3M.

"Mungkin virusnya tidak akan hilang, akan ada nanti terkena satu-satu, tetapi dengan vaksin usaha kita menghilangkan pandemi,” jelas Irwan. (Desi/OLP/*)