280 Guru Honor PAUD Terima Zakat Baznas Pariaman

Walikota Genius Umar semangati Guru PAUD usai penyerahan zakat ASN yang dikelola oleh Baznas Pariaman. Foto: Junaidi

Pariaman - Selain beri bantuan tambahan modal bagi pedagang sayur keliling, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pariaman juga menyerahkan bantuan kepada 280 tenaga pengajar honorer PAUD. Bantuan bagi tenaga honorer PAUD merupakan rangkaian perdana penyaluran zakat Baznas di tahun 2021 ini.

"Masing-masing guru honorer PAUD menerima Rp 350 ribu. Ini penyaluran zakat Baznas perdana di tahun 2021 bersamaan dengan bantuan modal bagi 10 orang pedagang sayur keliling yang juga diserahkan pak walikota hari ini," kata Ketua Baznas Kota Pariaman, Haji Bagindo Jamohor di musala balaikota Pariaman, Rabu (6/1).

Jamohor menuturkan tenaga pengajar honorer PAUD juga merupakan tulang punggung keluarga yang kena dampak ekonomi imbas Covid-19. Ia berharap dengan bantuan itu, sedikit bisa meringankan beban ekonomi keluarga guru PAUD di situasi saat ini.

"Semoga membawa manfaat karena mereka juga tulang punggung keluarga yang kena dampak ekonomi imbas pandemi," tandasnya.

Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan guru PAUD merupakan garda terdepan tenaga didik yang mengajar anak sejak usia dini. Guru PAUD strategis bagi negara karena olehnya karakter anak yang masih polos mulai dibentuk.

"Mereka mengemban tugas untuk membangun karakter anak, apalagi anak usia dini yang masih polos yang nanti akan menjadi bekal bagi mereka ketika dewasa," kata Genius.

Genius menyadari di masa pandemi nyaris seluruh sektor kena dampak imbas pandemi Covid-19 termasuk para tenaga pendidik honorer PAUD. Dengan bantuan itu ia berharap para penerima memanfaatkannya dengan baik.

"Nilainya memang tidak banyak, tapi kami berharap bisa sedikit meringankan beban guru PAUD di masa pandemi ini," sambungnya.

Pada kesempatan itu Genius menyemangati guru PAUD karena oleh mereka anak-anak belajar keteladanan, moralitas dan ilmu keagamaan sebagai pondasi pembentuk karakter anak.

Sebagai seorang anak yang kedua orang tuanya juga berasal dari tenaga pengajar, Genius selalu menyanjung profesi guru. Karena menurut Genius profesi guru adalah profesi mulia dan menjadi panutan bagi anak-anak meski suatu saat anak didik dari guru tersebut kelak menjadi orang sukses.

"Murid yang baik tidak pernah melupakan jasa guru mereka. Guru bagi murid tetap jadi orang tua kedua meskipun suatu saat si murid tadi menjadi orang sukses. Ini tidak didapatkan pada profesi lain selain guru," pungkas Genius.

Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia Kota Pariaman, dr Lucyanel Arlym memuji langkah Baznas Pariaman yang ikut memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik honorer PAUD.

"Bantuan Baznas ini adalah upaya dari Baznas Pariaman menambah pendapatan guru PAUD yang honor bulannya terbilang minim," kata Lucy.

Lucy menyebut saat ini Pemko Pariaman telah menganggarkan insentif bagi tenaga pengajar honorer PAUD. Namun jika dibilang jumlah insentif masih terbilang kecil.

"Karena itu kami pikir guru PAUD layak menerima bantuan Baznas. Dan alhamdulillah, semoga membawa manfaat bagi guru PAUD," kata Lucy. (Junaidi/OLP)