Ribuan Pengurus Masjid Terima Zakat Baznas, Bagindo Jamohor Tepis Ada Motif Politik

PLT Walikota Mardison Mahyuddin didampingi Ketua Baznas Haji Bagindo Jamohor bagikan zakat Baznas Program Pariaman Taqwa bagi ribuan mustahik. Foto: istimewa

Pariaman - Sebanyak 1.026 mustahik terima zakat Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pariaman, Jumat (3/12) di Balairung Rumah Dinas Walikota Pariaman.

Penerima zakat Baznas terdiri dari imam masjid, khatib, garin, labai dan ubiyah yang tersebar di seluruh wilayah kota Pariaman. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh PLT Walikota Pariaman Mardison Mhyuddin didampingi oleh Ketua Baznas Kota Pariaman, Haji Bagindo Jamohor.

Sebelumnya, Baznas Kota Pariaman telah menyalurkan lebih dari Rp 3 miliar zakat yang dihimpun dari gaji seluruh ASN Pemko Pariaman itu dalam tahun 2020 ini. Ditargetkan hingga akhir tahun, Rp 5 miliar zakat yang telah tersedia, akan disalurkan oleh Baznas.

Menurut Mardison Mahyuddin, sebelumnya Baznas Pariaman juga telah menyalurkan zakat Pariaman Cerdas bagi mahasiswa Pariaman sebesar Rp 1,5 juta per mahasiswa.

Kemudian Baznas Pariaman juga menyalurkan bantuan zakat Program Pariaman Makmur bagi pelaku UMKM dan IKM yang terdampak Covid-19 senilai Rp 1,5 juta bagi masing-masing penerima. Zakat bagi sektor transportasi bagi tukang ojek dan sopir angkot juga telah disalurkan kemarin.

"Kita menyadari ekonomi negara kita sedang lesu akibat pandemi Covid-19. Berbagai sektor terkena dampak dan yang terparah sektor UMKM, IKM dan penyangga ekonomi Pariaman di sektor riil. Oleh sebab itu pemerintahan kita terus berupaya memulihkan ekonomi dengan berbagai program bantuan sebagai bentuk intervensi pemerintah mengahadapi kelesuan ekonomi masyarakat Pariaman," kata Mardison.

Ketua Baznas Kota Pariaman Haji Bagindo Jamohor mengatakan pengurus masjid juga terdampak ekonomi imbas pandemi Covid-19. Oleh sebab itu pihaknya juga menyalurkan zakat bagi "pengabdi rohani" itu guna meringankan beban ekonomi mereka di masa pandemi.

"Nyaris semua sektor terdampak ekonomi akibat pandemi. Baznas Kota Pariaman tidak ada motif politik atau motif apapun dalam penyaluran zakat ini. Mana yang bisa kita bantu, kita bantu," kata Jamohor.

Jamohor juga memastikan penyaluran zakat tidak menyimpang secara administrasi karena pihaknya telah melakukan verifikasi sebelum pembagian zakat.

"Ini adalah zakat yang dikumpulkan seluruh ASN dari gaji mereka tiap bulan. Niat baik seluruh pegawai Pemko Pariaman dalam bentuk zakat. Sebagai badan pengumpul dan penyalur, kami memiliki tanggung jawab tidak hanya pada ASN, tapi juga kepada Allah SWT dengan azab nerakanya jika disalahgunakan," sambung Jamohor yang pernah menjadi anggota DPRD termuda dan menjabat hingga tiga periode.

Zakat bagi pengurus masjid tersebut, terang Jomohor masuk kategori Program Pariaman Taqwa yang masing-masing penerima menerima zakat sebesar Rp 350 ribu. Ia menyerukan pesan walikota Pariaman yang saat ini sedang cuti kampanye agar pemberian zakat dijauhkan dari segala motif.

"Dulu beliau (Genius Umar) berpesan agar zakat disalurkan untuk mereka yang membutuhkan, bukan kepada orang dekat apalagi disalahgunakan untuk kepentingan golongan tertentu," kata dia.

Jumlah penerima per kecamatan dalam program Pariaman Taqwa, sambung Jamohor terbanyak di Pariaman Utara dengan penerima berjumlah 301orang, Pariaman Tengah 268 orang, Pariaman Timur 236 orang, dan Kecamatan Pariaman Selatan sebanyak 206 orang. Di samping itu 15 orang mubaliq juga menerima zakat dengan jumlah yang sama saat itu.

"Total zakat Baznas yang disalurkan Rp 359, 1 juta. Semoga bantuan ini membawa manfaat bagi penerima," kata Jamohor sambil menambahkan akan ada penyaluran zakat lainnya dalam waktu dekat bagi para mustahik lainnya. (Tim)