Kian Keren, Tracking Mangrove Desa Apar Dilengkapi Menara Pandang dan Selfie Area


Pariaman - Area wisata edukasi Tracking Mangrove di Desa Apar Pariaman Utara, terus berbenah. Kawasan tersebut sejak lama sudah jadi salah satu lokasi favorit bagi wisata minat khusus, dan lokus liburan wisata edukasi sekolah dari berbagai daerah.

Area Tracking Mangrove Desa Apar juga sering menerima bantuan CSR dari PT Pertamina melalui divisi khususnya dalam program konservasi dan kelestarian lingkungan hidup.

"Saat ini, kita juga menerima bantuan rehabilitasi kawasan mangrove dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Dirjen Pengelolaan Ruang Laut melalaui program rehabilitasi kawasan mangrove," ungkap Walikota Pariaman, Genius Umar saat meninjau kawasan tersebut, Minggu (27/12).

Dana bantuan KKP itu, kata Genius, untuk pembangunan tahap akhir area tracking di area konservasi mangrove dengan akan dibangunnya beberapa gazebo dan lokasi swafoto bagi para pengunjung yang dibuat seinstagramable mungkin.

"Pasca bantuan dari PT Pertamina kita menerima anggaran tambahan untuk membangun gazebo dan menara pandang. Kita juga akan buatkan lokasi selfie bagi wisatawan," sambung Genius.

Dengan adanya penambahan beberapa spot pembangunan di kawasan hutan mangrove yang masih terjaga kelestariannya itu, Genius berharap kawasan tersebut akan ramai dikunjungi wisatawan. Baik wisatawan umum maupun bagi wisata edukasi dan minat khusus.

Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Muhammad Yusuf mengatakan dengan dibangunnya berbagai infrastruktur di kawasan konservasi mangrove, ia berharap akan meningkatkan kunjungan wisata yang pada akhirnya akan menumbuhkan perekonomian masyarakat.

Meski begitu, ia meminta agar kawasan tersebut terus dijaga kelestariannya sebagai kawasan konservasi mangrove yang dilindungi oleh undang-undang.

"Oleh sebab itu mesti ada koordinasi yang kuat antara dinas terkait dengan Bumdes Desa Apar beserta masyarakat sekitar agar timbul kesadaran bersama akan pentingnya hutan mangrove bagi daerah pesisir," tuturnya.

Ia menyebut hutan mangrove Pariaman juga bisa menjadi pilot project bagi kawasan konservasi dan ecotourism bagi daerah lain karena masih banyak daerah pesisir yang masih belum memanfaatkan hutan mangrovenya untuk tujuan konservasi dan wisata.

"Pariaman akan jadi contoh bagi daerah lain. Kawasan ini saya tahu sudah sejak lama jadi lokasi wisata edukasi berbagai sekolah dan perguruan tinggi ternama di Indonesia," pungkasnya. (Juned/OLP)