Majalah Saiyo Sakato Terbitkan Ensiklopedia 15 Tahun Kepemimpinan Ali Mukhni

Pimred Saiyo Sakato Anton Wira Tanjung beri sambutan saat peluncuran edisi ke-13 majalah Saiyo Sakato. Foto: istimewa

Paritmalintang - Pemkab Padangpariaman terbitkan edisi majalah Saiyo Sakato edisi ke-13 yang merangkum 15 tahun perjalanan kepemimpinan Ali Mukhni di Padangpariaman. 5 tahun menjabat wakil bupati dan 10 tahun sebagai bupati.

Majalah ini merangkum kinerja pemerintah daerah selama 15 tahun terakhir dengan menitikberatkan akselerasi pembangunan perekonomian dan peningkatan pembangunan sumber daya manusia di Padangpariaman.

"Edisi ke-13 majalah Saiyo Sakato bisa dikatakan ensiklopedi capaian pemerintah daerah Padanpariaman selama masa kepemimpinan bapak Ali Mukhni," kata pimpinan redaksi majalah Saiyo Sakato, Anton Wira Tanjung di Paritmalintang, Selasa (15/9).

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni memuji konten dan cover majalah Saiyo Sakato yang diterbitkan oleh Bagian Humas dan Protokoler Sekretariat Pemkab Padangpariaman.

Majalah Saiyo Sakato, sebut Ali Mukhni tidak hanya menerbitkan kegiatan pemerintah semata, namun juga mengangkat potensi wisata dan sumber daya yang ada di Padangpariaman.

Untuk edisi ke-13 itu, sambung Ali Mukhni, Saiyo Sakato mengulas berbagai proyek strategis di Padangpariaman dalam kurun 10 tahun terakhir. Ali Mukhni memuji jajaran redaksi Saiyo Sakato yang juga melibatkan kalangan jurnalis senior.

"Sehingga konten yang dihasilkan adalah fakta aktual dan benar-benar produk jurnalistik," kata bakal calon wakil gubernur Sumbar itu.

Di samping capaian capaian pemerintah, imbuh Ali Mukhni, bukti keseimbangan konten majalah Saiyo Sakato juga dengan menuangkan konten edukasi bagi masyarakat. Seperti percepatan pelayanan publik dengan inovasinya, nagari inspiratif, ASN inspiratif dan rubrik pengetahuan umum.

"Di edisi ke-13 ini dapat kita lihat perjalanan Padangpariaman yang luluhlantak pasca gempa 2009 dan bangkit menjadi kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumbar pada 2019," imbuhnya.

Sementara ulama Sumatra Barat profesor Duski Samad yang menyumbangkan tulisan "Ali Mukhni Berlayar di Tengah Arus Deras" di Saiyo Sakato edisi 13 mengatakan, tulisan tersebut murni refleksi dirinya sebagai anak nagari dan refleksi dari sosok Ali Mukhni yang ia kenal.

“Sebagai anak nagari asli Padangpariaman saya berterimakasih diberi kesempatan oleh redaksi majalah Saiyo Sakato menuangkan isi pikiran saya di edisi 13 ini,” kata Dosen UIN Imam Bonjol itu. (Tim)