Kronologi Kontak Positif Covid-19 dengan 8 Orang Warga Perumahan Jati

Foto ilustrasi
Pariaman - Sebanyak 8 orang warga Perumahan Jati Raya Indah tahap I, Jati Hilir, Pariaman Tengah sedang menunggu hasil uji swab karena telah melakukan kontak dengan salah seorang pasien positif Covid-19 yang bekerja di Kabupaten Agam.

"Kita sudah uji swab kepada 8 orang tersebut dan hasilnya keluar besok Senin (11/5)," kata kepala dinas kesehatan kota Pariaman, Syahrul saat dihubungi via seluler, Minggu (10/5).

Syahrul membantah pihaknya telah melakukan Rapid test kepada 8 orang tersebut. Ke 8 orang yang menghuni dua rumah itu, kata dia sempat melakukan kontak dengan positif Covid-19 saat bertemu di Padang Alai kabupaten Padangpariaman.

Terkait domisili pasien positif di Korong Koto Tinggi Padang Alai, dibenarkan oleh juru bicara Covid-19 Padangpariaman, dr Jasneli. dr Jasneli bilang pasien positif tidak hanya melakukan kontak dengan warga Perumahan Jati Raya Pariaman, tapi juga dengan 9 orang warga Padang Alai yang menghuni 3 rumah.

"Kita akan uji swab 9 orang tersebut Senin (11/5) besok," kata dia.

Sementara dari pengakuan salah seorang dari 8 orang tersebut kepada tetangganya - dikonfirmasi melalui sambungan telepon - mengaku tidak pernah melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19 di Padang Alai.

Dia bilang justru ia tidak pernah keluar rumah sejak PSBB Sumbar. Hanya saja salah seorang bibinya, inisial W, pernah mengantarkan makanan ke rumahnya saat bibinya pulang kerja.

Bibinya tersebut bekerja di salah satu Puskesmas di Lubuk Basung, Agam. Saat bibinya positif Covid-19, bibinya juga langsung memberitahukannya.

Tahu bibinya positif dan kini menjalani karantina di SPM Padang Besi, ia langsung menghubungi pihak kelurahan dan tenaga medis minta diuji swab. Saat mengantar makanan bibinya tak masuk ke dalam rumah. Saat itu bibinya juga mengenakan masker.

Salah seorang warga Komplek Jati Raya Indah Tahap I, Mitra, mengatakan uji swab adalah inisiatif dari tetangganya tersebut setelah tahu bibinya positif Covid-19. Ia mengapresiasi langkah yang diambil mereka karena dengan penuh kesadaran meminta dilakukan uji swab.

Kini, warga komplek mengaktifkan pengaman sosial. Segala kebutuhan harian dua keluarga tersebut dibelikan tetangga dan diantar hingga ke pagar rumahnya.

"Mereka jalani karantina sejak tahu bibinya positif dan kita jamin tidak akan ada warga perumahan yang mengucilkan mereka," sebutnya. (OLP)