Selain Bupati, Simpati Doakan TA Sembuh Corona Terus Mengalir

Bupati Ali Mukhni sedang video call dengan pasien positif corona. Foto: AWT
Sintoga - Dinas Koperindagnakerkop UKM Padangpariaman bagikan 300 masker gratis kepada masyarakat Nagari Toboh Gadang dan Toboh Gadang Timur, Sintoga, Jumat (3/4).

Pembagian masker di dua nagari tersebut sebagai langkah antsisipasi pencegahan Covid-19, sekaligus mengedukasi masyarakat pentingnya sosial distancing, rajin cuci tangan dan menjaga kesehatan dengan asupan bergizi.

"Kami mengimbau masyarakat tidak perlu panik namun tetap waspada. Caranya dengan sosial distancing, rajin cuci tangan pakai sabun dan memperkuat kondisi tubuh dengan asupan bergizi, konsumsi sayur dan buah serta berolahraga," kata kepala Dinas Koperindagnakerkop UKM Padangpariaman, Dewi Roslaini.

Ia juga mengimbau masyarakat setempat percaya kepada pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan tidak termakan isu hoaks yang dihembuskan pihak tidak bertanggungjawab untuk menimbulkan kepanikan.

"Jangan mudah percaya pada hoaks. Banyak kabar hoaks yang dihembuskan dan membuat masyarakat resah. Ini perlu dipilah-pilah. Jika ada informasi yang tidak jelas segera laporkan ke pihak nagari atau yang berwajib," sebutnya.

Kabag Humas dan Protokol Padangpariaman, Anton Wira Tanjung mengakui dalam beberapa hari terakhir banyak isu hoaks yang dihembuskan di Kecamatan Sintoga terkait salah seorang pasien Covid-19 yang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Benar. Padahal TA (18) sedang di rumah dalam pengawasan petugas kesehatan, diisukan keluyuran pergi makan-makan. Hal ini tentu membuat masyarakat resah," sebut Anton.

Isu-isu tersebut, kata Anton bisa memicu melemahnya perlindungan sosial bagi pasien Covid-19. TA yang saat ini dalam keadaan sehat meski positif corona, akan terganggu secara psikologis atas kabar hoaks tersebut.

"Hentikan isu hoaks tersebut. Mari kembali ke keminangan kita: saciok bak ayam, sadanciang bak basi. Sendi-sendi sosial mesti diperkuat," imbuh Anton.

Ia bersyukur tidak semua masyarakat di sana mudah dibodohi isu hoaks. Masyarakat dan niniak mamak, pemerintahan nagari dan kecamatan diakui Anton sudah cerdas dengan memberikan perlindungan sosial kepada pasien covid-19.

TA sendiri merupakan satu-satunya positif Covid-19 di Padangpariaman. Meskipun TA dalam keadaan sehat, ia disiplin isolasi diri hingga 14 hari sejak dinyatakan positif. Ia masuk kategori pasien positif Covid-19 yang tidak mengalami gejala.

"Pak Bupati sendiri malah video call dengan TA dan memberikan semangat kepada TA agar tidak panik dan mendoakan agar TA lekas sembuh," pungkas Anton. 


Aprizal, 36 warga Padangpariaman yang saat ini domisili di Bandung ikut mendoakan kesembuhan TA. Ia bilang dua orang temannya yang terinveksi corona di Jawa Barat, telah mengalami kesembuhan dari corona dalam tiga hari terakhir.

"Saya baca di media ya (tentang TA). Masyarakat di kampung ga perlu panik. Kami di komplek perumahan saya tinggal juga ada positif corona dan kami para tetangga saling bantu selama tetangga kita isolasi mandiri di rumah," kata Aprizal.

Dia bilang, kadang ia sendiri pergi ke warung dan memesankan sayur dan buah daring untuk tetangganya yang positif Covid-19 tersebut.

"Tetangga lainnya buatkan wedang jahe, sup dan jus buah yang di taruh di depan rumah. Kami tetap aktif komunikasi via WA dan telpon-telponan," ungkapnya.

Ia berharap masyarakat di kampung melakukan hal yang sama dengan memperkuat perlindungan komunal. 


"Positif corona, bukan aib," kata dia. (OLP)