Sejumlah Perantau Kirimkan Bantuan Logistik ke Padangpariaman

Foto: istimewa
Parit malintang - Sejumlah perantau berikan bantuan kepada masyarakat Padangpariaman. Ada yang berupa beras, beras lengkap dengan sembako hingga uang tunai. Bantuan ada yang dari perorangan, ikatan keluarga, hingga paguyuban salingka nagari yang ada di perantauan.

Meski tidak langsung pulang kampung membagikan bantuan, logistik dikirimkan perantau dari berbagai daerah. Seperti dari Pekanbaru - Riau, Jakarta dan beberapa kota lainnya di luar Sumatera Barat.

Penyaluran bantuan oleh perantau tersebut guna meringankan beban kerabat mereka di kampung yang kena imbas melemahnya ekonomi akibat pandemi Covid-19. Mereka menilai masih banyak kerabat mereka masuk kategori orang dengan penghasil harian (ODTH) yang paling terkena dampak ekonomi.

Kebanyakan sumbangan perantau tersebut dibagikan langsung oleh walinagari setempat. Seperti di Nagari Lareh Nan Panjang, kecamatan VII Koto. Pendistribusian bantuan perantau dibagikan langsung oleh walinagari Zainal.

"Alhamdulillah perantau kami telah menyalurkan bantuan bagi dunsanak di kampung. Sebagai walinagari saya menjalankan amanah membagikannya agar lebih tepat sasaran," ujar Zainal.

Selain di Lareh Nan Panjang, bantuan dari perantau juga sudah datang ke Korong Simpang Malai, Korong Kapau Ujung Tanah Sungai Geringging dari duo kakak beradik perantau Perkanbaru paling terkenal Haji Auang dan Haji Lau.

Bantuan dari saudagar emas tersebut ditujukan bagi anak yatim, lansia dan janda serta keluarga dengan penghasilan minimal. Bantuan tersebut sedang dibagikan dan kemungkinan akan berkesinambungan.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengatakan pandemi Covid-19 mesti dicegah dan ditangani bersama-sama. Salah satu bentuk penanganan bersama adalah dengan menyalurkan bantuan logistik sebagai jaring pengaman sosial akibat dampak melemahnya ekonomi imbas pandemi Covid-19.

"Perantau Padangpariaman selalu andil mengamankan jaring sosial. Ini bisa dilihat sejak gempa 2009. Miliaran rupiah bantuan perantau tiba di kampung halaman saat itu," ujar Ali Mukhni.

Tidak hanya sejak 2009 dan sekarang, perantau Piaman Laweh bahkan sudah melakukannya sejak zaman kepemimpinan Anas Malik. Peran perantau dalam pembangunan di Padangpariaman adalah yang paling diakui di Sumatera Barat.

"Terus terang saya terharu. Saya selalu mendoakan semoga dunsanak kita di rantau dilindungi Allah dari marabahaya dan dilimpahkan rezekinya," sambung Ali Mukhni.

Ali Mukhni mengimbau agar masyarakat tetap tenang selama penanganan Covid-19 yang dilakukan Gugus Tugas Padangpariaman beserta relawan dan banyak pihak lainnya yang terlibat. Ia bertekad akan mempersempit ruang gerak penyebaran Covid-19 dengan sejumlah skenario yang telah dan akan diberlakukan.

"Sebagian telah kami lakukan dengan aktivasi pos perbatasan, mendirikan posko pemantauan terkomputerisasi, petugas mobile dibantu TNI dan Polri melakukan sosialisasi dan memperkuat koordinasi dengan kanagarian," imbuh bupati dua periode itu.

Ali Mukhni juga mengajak masyarakat yang merasa mampu agar membantu tetangga atau kerabat mereka yang berpenghasilan minimal. Bersedekah, kata Ali Mukhni selain bagian dari ibadah, juga memperkokoh nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri.

"Hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan Ibnu Amir mengatakan sesungguhnya sedekah pasti bisa meredam orang-orang yang melaksanakannya dari hawa panasnya kubur. Pada hari kiamat, orang yang beriman akan mendapat naungan (berteduh) di bawah sedekahnya (saat di dunia)," pungkas Ali Mukhni. (Tim/OLP)