Lintas Tokoh Sintoga Dengungkan #SaveTania yang Jalani Isolasi Covid-19

Foto: Anton WT
Sintoga - Lintas tokoh beri dukungan moril agar pasien positif Covid-19, Tania, 18 tahun, segera pulih. Mereka membuat gerakan sosial #SaveTania untuk menghindari stigmatisasi oleh sebagian masyarakat yang menganggap positif virus corona sebagai aib.

"Sebagaimana diketahui, Tania adalah seorang pelajar. Anak yang baik, alim dan bukan traveler. Ia adalah korban Pandemi Covid-19 yang harus kita dukung bersama-sama untuk kesembuhannya," kata tokoh masyarakat Sintuak Toboh Gadang (Sintoga) yang juga anggota DPRD Padangpariaman, Munafestoni di Sintoga, Jumat (17/8).

Tania, lanjut Munafestoni merupakan siswi yang sedang menjalankan studi dan trainer saat terpapar virus corona. Jika saja ia tahu ada virus corona di sana, tentu ia akan menghindarinya. Ia saat itu melihat semua orang dalam keadaan sehat sehingga ia tidak menaruh curiga.

"Kini semua orang membicarakan Tania. Yang tidak kenal menjadi tahu namanya. Dari kalangan atas hingga bawah, kalangan terdidik hingga awam. Persepsi mereka macam-ragam," imbuhnya.

Ia menegaskan kondisi Tania yang saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di bawah pengawasan ketat petugas medis dan berada dalam kondisi sehat. Tidak sebagaimana isu yang dihembuskan sebagian kalangan yang mambuat panik masyarakat.

Dukungan untuk Tania terhindar dari stigmatisasi juga terus berdatangan dari kalangan perantau. Banyak di antara mereka memberi dukungan untuk kesembuhan Tania.

"Tania adalah positif corona kategori orang tanpa gejala namun disiplin isolasi diri. Ia sadar betul akan hal itu. Yang dibutuhkannya sekarang adalah dukungan moril kita bersama," pungkasnya.

Camat Sintoga, Asyari mengajak segenap perangkat kecamatan dan perangkat nagari tunjukan solidaritas untuk kesembuhan Tania.

"Semangati dan doakan Tania. Jika tidak bisa dari dekat bisa dari jauh atau lewat aplikasi perpesanan," kata Asyari.

Obat terbaik bagi kesembuhan pasien positif corona, kata dia adalah dukungan dan perlindungan sosial. Imunitas tubuh akan naik berkali lipat jika seseorang merasa terlindungi dan jauh dari tekanan.

"Jangan malah sebaliknya. Menakut-nakuti, apalagi mengucilkannya secara sosial," tandasnya.

Kepala sekolah SMK Sintoga, Busraini mengajak teman-teman sejurusan, senior, junior, OSIS, guru serta komite beserta jajarannya mendukung kesembuhan Tania dengan menyemangati.

Ia meminta masyarakat tidak membuli Tania karena positif corona bisa dialami siapa saja. Positif corona bukanlah aib. Ia berharap pada uji Swab mendatang pada Tania hasilnya negatif.

Tania sendiri sudah lebih dari 15 hari menjalani isolasi mandiri dibawah pengawasan medis sejak dinyatakan positif Covid-19. Masa inkubasi Covid-19, menurut ahli virologi nasional M Indro Cahyono, paling lama 21 hari. Dalam masa tersebut imunitas tubuh akan banyak keluar dan membunuh virus Covid-19. (AWT/OLP)