[Humaniora] 2 Gadis Pariaman ber-IPK 3,8 Berkat Beasiswa Saga Saja

Foto: Erwin
Pariaman - Dua orang mahasiswa program beasiswa satu keluarga satu sarjana (Saga Saja) kota Pariaman raih indeks prestasi komulatif (IPK) 3,8 lebih. Ia adalah Salsabila, mahasiswi jurusan akuntansi PNP Padang dan Rahmita Sari, jurusan Ekonomi juga berkuliah di PNP Padang.

Atas prestasi akademik kedua gadis tersebut, Walikota Pariaman Genius Umar mengundang mereka ke ruangan kerjanya. Selain menyemangati, Genius juga memberikan reward kepada keduanya berupa uang tunai, Kamis (30/4).

Salsabila,19 tahun, merupakan anak dari keluarga berpenghasilan minimal dari Desa Bato, Pariaman Timur. Orang tua Salsabila sehari-hari hanya berjualan sala lauak. Sejak SD Salsabila telah menunjukan prestasi akademiknya. Ia lulusan SD Negeri 9 Bato, MTsN Sumatra Tawalib Parabek Bukittinggi dan alumni SMK Negeri 2 Pariaman jurusan akuntansi.

Salsa mengatakan sebelumnya ia sempat mencoba SNMPTN namun tidak lulus. Kemudian mendaftar secara mandiri di UNP Padang dan lulus di jurusan pendidikan ekonomi.

"Tapi terkendala biaya dan saya merelakan jurusan yang saya inginkan itu lepas," kata sulung dari tiga bersaudara itu.

Ia lalu mendengar beasiswa Saga Saja dan segera mendaftar dan lulus. Singkat cerita ia mendapatkan beasiswa program Saga Saja dari Pemko Pariaman di Politeknik Negeri Padang. Gadis berhijab tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

"Alhamdulillah saya bisa merasakan bagaimana menjadi seorang mahasiswa hingga mendapat nilai IPK 3,86," ujarnya.

Ia bertekad akan belajar setekun mungkin dan berupaya mambangkik batang tarandam di keluarganya sebagaimana pesan walikota Genius Umar kepadanya.

Salsa sendiri tidak hanya meraih IPK tinggi di kampusnya. Ia juga berprestasi dalam berbagai lomba yang diadakan oleh kampusnya seperti juara dua cerdas cermat antar mahasiswa yang diselenggarakan oleh UKM Forum Studi Islam Politeknik PNP Padang beberapa bulan lalu.

Ia mengatakan beasiswa Saga Saja telah meringankan beban kedua orang tuanya karena sang ayah telah lama mengidap sakit paru-paru. Salsa memiliki dua orang adik yang saat ini bersekolah di SMK Negeri 1 Pariaman dan MTsN Tawalib Pariaman. Jika saja ia tidak kuliah dari beasiswa, tentu akan menambah berat beban ekonomi keuarganya.

Sedangkan Rahmita Sari, 19 tahun, berasal dari Desa Kampung Baru Padusunan. Ia juga meraih IPK 3,8 dan mendapatkan reward dari walikota Pariaman.

Rahmi sendiri telah ditinggal mati oleh ibunya sejak ia kelas 5 SD. Ia dibesarkan oleh ayahnya yang berprofesi tani dan telah berusia 80 tahun. Rahmi adalah anak keempat dari lima bersaudara.

Rahmi mengatakan ia juga pernah gagal mengikuti SNMPTN Unand hingga mengikuti jalur undangan PNP. Ia betekad akan melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi di tengah keterbatasan.

"Saya lalu dengar ada program Saga Saja Pemko Pariaman. Setelah ikuti tes dan dinyatakan lulus saya mendapat beasiswa program Saga Saja," tuturnya.

Rahmi bertekad membuat bangga orangtuanya, terutama bagi almarhum ibunya yang selalu dikenangnya. Mahasiswi jurusan ekonomi itu akan terus memacu semangat belajar untuk meraih prestasi setinggi mungkin sebagai wujud rasa terima kasihnya pada Pemko Pariaman. (Erwin/OLP)