Bantuan Sembako KK Miskin Naik 25 persen Hingga November

Elget Oktaviani. Foto: Desi
Pariaman - Pemko Pariaman sudah naikan nominal bantuan sosial program sembako untuk jangka waktu 9 bulan ke depan sejak Maret lalu. Keluarga penerima manfaat (KPM) yang sebelumnya menerima Rp 150 ribu per KK tiap bulan, naik 25 persen jadi Rp 200 ribu.

"Untuk program sembako, pemerintah telah meningkatkan nilai bantuan dan memperluas jenis bahan yang dapat dibeli oleh KPM," ungkap Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kota Pariaman, Elget Oktaviani di Pariaman, Rabu (8/4).

Program Sembako, jelas Elget, merupakan pengembangan dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebagai program transformasi bantuan pangan agar lebih tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat harga, tepat kualitas, dan tepat administrasi.

Jika sebelumnya BPNT hanya bisa untuk beli beras dan telur saja di e-warung, sekarang bisa beli ayam, daging, ikan, minyak, gula, sayur, tahu dan lainnya seharga Rp 200 ribu menggunakan kartu ATM yang sudah diberikan kepada masing-masing KPM.

Program sembako, tuturnya, bisa memberikan pilihan kepada KPM dalam memilih jenis, kualitas, harga dan tempat membeli bahan pangan di e-warung yang telah ditetapkan oleh pemerintah setempat.

"Sehingga kandungan gizi yang bersumber dari karbohidrat, protein hewani, protein nabati, maupun vitamin dan mineral akan didapatkan oleh mereka, sekaligus untuk mencegah terjadinya stunting," jelas Elget.

Bantuan sosial program sembako Rp 200 ribu sudah berjalan sejak Maret dan akan berakhir pada November 2020 di seluruh Indonesia. (Desi/OLP)