Tinjau Saluran Irigasi Tertimbun Longsor, Wali Feri Siap Alokasikan Dana Pokir

Foto kolase/OLP
Sungai Sariak - Legislator Sumbar Tri Suryadi alias Wali Feri tinjau bibir jalan terbal yang menutupi saluran irigasi warga di Km-15 jalan raya Pariaman-Sicincin, Sabtu (22/2). Sepanjang 23 meter saluran irigasi DI Ujuang Gunuang - yang merupakan satu-satunya sumber pengairan pertanian di wilayah itu - tertutup material longsor.
Foto kolase/OLP
Didampingi Camat VII Koto Sungai Sariak, Imra Usni, Kapolsek VII Koto Sungai Sariak, Iptu Doni Rinaldi, dan Ketua GP3A Tigo Nagari, Azwardi Datuak Majolelo, Wali Feri saksikan langsung proses pembersihan material longsor dari jalur irigasi yang mengairi hingga 1.100 hektare sawah warga tersebut.

Proses pembersihan saluran irigasi dari material longsor dilakukan secara gotong-royong antara warga dengan anggota Polsek VII Koto Sungai Sariak, BPBD Padangpariaman dan anggota Kodim 0308 Pariaman.

Wali Feri mengatakan jalan Pariaman - Sicincin merupakan jalan provinsi yang pembangunan dan penganggarannya merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Ia mengatakan sesegera mungkin meminta sisi tebing jalan tersebut diperbaiki oleh dinas terkait di provinsi.

"Mulai Senin besok kita sampaikan ke dinas PU Provinsi dan surati langsung Bapak Gubernur agar dapat segera membangun kembali sisi badan jalan yang longsor tersebut melalui dana taktis. Kasihan kita ke masyarakat yang terdampak," ungkap Wali Feri.

Tindakan cepat itu, kata Wali Feri, karena irigasi DI Ujuang Gunuang merupakan kebutuhan vital bagi petani dan penambak ikan. Ribuan petani di wilayah tersebut selama ini bergantung pada irigasi tersebut.

"Sekarang musim penghujan dan rawan longsor. Jika tidak segera diperbaiki, kejadian ini akan terulang dan terus berulang. Irigasi DI Ujuang Gunuang merupakan satu-satunya sumber pengairan petani yang mencakup beberapa nagari," sambung politisi Gerindra itu.

Di samping itu, mantan Legislator Padangpariaman itu juga akan melihat dampak dari longsoran terhadap saluran irigasi. Jika longsoran sampai memecah beton saluran, Wali Feri siap membangunkannya dengan mengalokasikan dana pokok pikiran (Pokir) dewan.

"Nanti kita lihat setelah pembersihan. Sejauhmana dampaknya. Jika beton saluran pecah, kita bangun pakai dana Pokir," sebut mantan Walinagari Pilubang itu.

Ketua GP3A Tigo Nagari, Azwardi Datuak Majolelo mengatakan irigasi DI Ujuang Gunuang adalah sumber pengairan masyarakat di tujuh kenagarian. Material longsor telah menutupi saluran irigasi tersebut sejak lima hari lalu.

"Jika terus dibiarkan sawah masyarakat tidak terairi. Ikan-ikan larangan di sepanjang saluran irigasi tentu akan mati jika airnya sampai kering," kata Azwardi.

Ia menyebut, perlu normalisasi di sepanjang saluran irigasi DI Ujuang Gunuang. Seperti pengerukan sendimen hingga bak penguras dan pintu air.

Kapolsek VII Koto Sungai Sariak, Iptu Doni Rinaldi menyebut pihaknya sengaja memasang garis polisi di sepanjang bibir jalan yang longsor. Hal itu dilakukan agar kendaraan yang lewat tidak jalan terlalu ke tepi yang bisa mengakibatkan getaran pada dinding tebing.

Ia mengatakan bersama unsur Muspika yang dimotori camat setempat, sepakat melakukan gotong-royong sebagai langkah awal pembersihan saluran irigasi dari material longsor.

"Tadi pagi air sama sekali tidak mengalir karena tertutup longsor. Alhamdulillah, berkat kebersamaan, siang ini mulai mengalir," kata dia.

Ia bilang gotong royong di sepanjang saluran berdampak longsor dianggap selesai jika seluruh material longsor dan sendimen yang mengendap telah dibersihkan dari jalur tersebut.

Camat VII Koto Sungai Sariak, Imra Usni mengatakan saluran irigasi kebutuhan vital masyarakat. Karena pentingnya irigasi bagi masyarakat, ia meminta kesadaran masyarakat pula agar tidak membuang sampah di sepanjang saluran irigasi yang dapat menghambat saluran tersebut. (OLP)