Pasca Dihentikan, Indonesia Mercusuar Dunia Pariaman Disebut Teror Warga via WA

Baliho IMD Pariaman di Desa Sikapak Timur saat masih berdiri. Foto: istimewa
Pariaman - Pemko Pariaman bersama Polres Pariaman telah turunkan baliho organisasi Indonesia Mecusuar Dunia (IMD) di Desa Sikapak Timur, Pariaman Utara yang dinilai telah meresahkan masyarakat. Keberdaan ormas tersebut beriringan dengan beberapa ormas yang dinilai meresahkan Indonesia yang jadi fokus pemberitaan media saat ini.

"Penurunan baliho ormas IMD pada 23 Januari. Ada empat titik baliho yang disebar di Desa Sikapak Timur tersebut," kata Kepala Kantor Kesbangpol Kota Pariaman, Muhammad Rum di Pariaman, Rabu (29/1).

Ia menyatakan bahwa ormas IMD tidak terdaftar di Kantor Kesbangpol Kota Pariaman maupun di Provinsi Sumatera Barat.

Ia juga menjelaskan bahwa ormas yang terdaftar secara resmi di Kantor Kesbangpol Kota Pariaman hingga saat ini berjumlah sekitar 58 ormas.

Masing-masing organisasi dinyatakan terdaftar jika telah mengajukan surat dan data-data ormas ke Kesbangpol. Setelah itu pihak Kesbangpol melakukan cek ke lapangan dan mengeluarkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) ke organisasi tersebut.

“Dari 58 ormas tersebut, Indonesia Mercusuar Dunia tidak masuk dalam daftar kami, artinya ormas tersebut adalah illegal dan diluar pengawasan kami,“ tegas Muhammad Rum.

Ia mengimbau masyarakat Pariaman agar berhati-hati dengan bujuk rayu yang mengatasnamakan ormas dengan mengiming-imingi mendapatkan keuntungan besar.

"Ada informasi dari masyarakat yang diteror oleh ormas IMD ini melalui grup whatsApp (WA). Entah dari mana mereka dapat nomor tersebut, tapi sudah tergabung saja kedalam grup WA," sebutnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat yang mendapat ancaman agar melapor ke polisi. "Masyarakat jangan takut karena kasus ini sedang ditangani oleh Polres Pariaman," pungkasnya.

Dikutip dari Liputan6.com, modus yang digunakan pimpinan ormas tersebut mirip dengan Keraton Agung Sejagat, yakni iming-iming sejumlah uang yang cair setiap bulan sebanyak Rp 3 miliar dari Bank Swiss.

Lantaran dianggap meresahkan warga, kemunculannya langsung dihentikan Pemko Pariaman dengan pihak kepolisian pada Kamis (23/1).

"Hal-hal seperti ini tidak boleh dibiarkan karena akan merugikan masyarakat," kata Wali Kota Pariaman, Genius Umar saat itu.

Dalam aktivitasnya pihak Indonesia Mercusuar Dunia mewajibkan setiap anggota yang bergabung untuk membayar uang pendaftaran Rp1.750.000 per orang.

Dari hasil penelusuran, kata Genius, organisasi tersebut berpusat di Karawang, Jawa Barat dan pimpinannya merupakan seorang aparatur sipil negara bernama Djuanda.

Sedangkan pimpinan dari IMD Pariaman, lanjutnya bernama Ayattudin yang merupakan warga Desa Sikapak Timur, dan berdomisili di Padang Alai Kabupaten Padangpariaman. (Erwin/OLP)