Lintas Dinas dan Instansi Keroyok Garap Kampung KB Padangpariaman

Foto: ASM
Sungai Geringging - BKKBN Provinsi Sumatra Barat apresiasi kerjasama lintas OPD dan instansi di Padangpariaman yang melibatkan diri dan mendukung program Serentak Menggarap Kampung KB (Sergap Kakab). Ia berharap hal itu bisa dicontoh kabupaten/kota lain yang ada di Sumatera Barat.

"Baru di Padangpariaman itu dilakukan dan ini perlu dicontoh daerah lain," ungkap Kasubbid Hubungan Antar Lembaga dan Bina Lini Lapangan BKKBN Sumbar, Santi Hariani di Kampung KB Air Tajun Kencana, Korong Ladang Rimbo Timur Nagari Sungai Sirah Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, Senin (30/12).

Karena menjelang Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) yang akan diperingati di Kota Padang empat bulan lagi, ia meminta Padangpariaman siap membantu kota Padang. Beberapa penyelenggaraan peringatan HARGANAS juga dibagi di beberapa daerah lain di Sumbar, termasuk di Padangpariaman.

Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur mengatakan telah banyak inovasi yang dilahirkan oleh DPPKB Padangpariaman. Di antaranya Gerobak Kencana, Cakau, Bere-bere, Kopi Darat, Papa Paten Bana, dan yang terakhir Sergap Kakab.

Sergap Kakab sebelumnya telah digelar di Kecamatan Enam Lingkung dan Batang Gasan. Kampung KB, kata Suhatri Bur merupakan instruksi Presiden. Pada 14 Januari 2016 Presiden telah mencanangkan perwujudan Kampung KB agar ada di seluruh Indonesia.

Padangpariaman, imbuh mantan ketua KPU Padangpariaman itu, telah memiliki 22 Kampung KB dan merencanakan satu kecamatan terdapat dua Kampung KB. Padangpariaman sendiri memiliki 17 kecamatan dan 103 nagari.

"Ini merupakan pelaksanaan amanat Peraturan Presiden nomor 87 tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan Negara Indonesia," imbuhnya.

Program Kampung KB, terusnya, sesuai dengan program Nawacita Presiden Ketiga yang membangun Indonesia dari pinggiran dan lebih fokus untuk memperkuat desa. Program tersebut juga sesuai dengan Nawacita Kelima meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan Nawacita Kedelapan revolusi karakter masyarakat yang berkaitan dengan pembenahan lingkungan agar terhindar dari penyakit pada balita, terhindar dari gizi buruk dan stunting.

"Sehingga menyempurnakan sembilan Nawacita Presiden,” sambungnya.

Keluarga Berencana yang dituangkan dalam Peraturan Presiden, kata dia memiliki banyak fungsi. Di antaranya fungsi keagamaan, fungsi sosial budaya fungsi pendidikan dan lima fungsi lainnya.


Kabupaten Padangpariaman, tandas mantan ketua Baznas Padangpariaman ini bertekad menjadikan kabupaten Open Defecation Free (ODF) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dimulai dari korong.

"Saatnya masyarakat memiliki pola hidup sesuai dengan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan memiliki jamban di setiap rumah," pungkasnya.

Kepala DPPKB Padangpariaman Aspinudin mengatakan program Sergap Kakab melibatkan 22 kampung KB yang ada di Padangpariaman. Satu bulan satu kampung.

Dalam rangkaian acara tersebut juga diberikan bantuan rumah tidak layak huni, jamban, beasiswa untuk siswa tingkat SD dan SMP yang dananya bersumber dari Baznas Padangpariaman.

"Juga ada pemberian Alquran dari Kementrian Agama," kata dia. (Tim/OLP)