3 Tokoh Rantau Padangpariaman Dukung Ali Mukhni Terus Bangun Tarok City

Foto kolase kedatangan tiga tokoh Padangpariaman di kawasan pendidikan terpadu Tarok City. Foto: istimewa
Padangpriaman - Tokoh nasional asal Padangpariaman, Mayjen (Purn) Syamsu Djalal memuji langkah Bupati Padangpariaman Ali Mukhni yang serius akan mengembangkan kawasan Tarok City menjadi pusat pendidikan terpadu di Sumatera Barat.

Mantan Komandan Pusat Polisi Militer (Dan Puspom) ABRI dan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) di Kejaksaan Agung Republik Indonesia ini menyebut progres Tarok City merupakan langkah luarbiasa dan spektakuler yang dilakukan oleh seorang kepala daerah.

"Tidak saya sangka kawasan yang dulunya terlantar berupa hutan belantara disulap menjadi sebuah kawasan yang mungkin baru ada satu-satunya di Indonesia," ungkap lulusan AKABRI 1965 itu.

Syamsu Jalal yang juga seorang pengacara itu mengatakan, melalui Tarok City, nama Kabupaten Padangpariaman akan terangkat secara nasional.

Ia bahkan menyebut kawasan Tarok City yang berpanorama menawan itu juga tepat bila dijadikan pusat ibu kota provinsi.

"Alam yang indah ini harus disyukuri dan dimanfaatkan untuk kepentingan umat dengan merawat dan menatanya dengan baik. Prospek Tarok City sebagai kawasan pendidikan terpadu sangat positif, apalagi pembangunan SDM adalah visi Presiden Jokowi tahun 2019-2024," kata dia.

Pro dan kontra beserta kritikan yang dialamatkan kepada Bupati Padangpariaman Ali Mukhni terkait pengembangan kawasan tersebut menurut dia merupakan hal yang biasa saja. Kata dia, justru selayaknya pembangunan Tarok City mendapat dukungan dari tokoh masyarakat beserta para niniak mamak.

Dua hari sebelumnya kawasan Tarok City juga disambangi oleh anggota DPR RI Jhon Kenedy Azis dan perantau sukses Padangpariaman di Jakarta, Azwar Wahid alias Haji Sagi. Kedua tokoh Sungai Geringging itu turut menyatakan dukungannya kepada Ali Mukhni untuk terus membangun Tarok City yang berlokasi di Kecamatan 2 x 11 Enam Lingkuang ini.

"Kami berdua di rantau mendengar cerita miring soal Tarok City yang terhenti pembangunannya karena masih tersangkut masalah legalitas dan status hukum tanahnya," ungkap Jhon Kenedy Azis.

Ternyata, kata dia, kabar itu tidak benar setelah ia datang melihat langsung pengerjaan drainase dan jembatan atau jalan upper pas melewati rel kereta api di dekat gerbang masuk Tarok City.

Bagi Jhon Kenedy Azis, kedatangannya ke Tarok City kali kedua setelah sebelumnya bersama Ketua Komisi 9 DPR Dede Yusuf saat meninjau kawasan itu yang masih hutan belantara untuk mencari lokasi pembangunan rumah sakit untuk Kementerian Kesehatan.

"Dulu, bersama Dede Yusuf saya sudah melihat kawasan ini yang masih hutan belantara. Waktu itu pak Dede Yusuf sempat menyangsingkan kawasan ini bisa dijadikan lokasi rumah sakit vertikal," kata dia.

Dengan dibukanya kawasan itu, kata dia akan mengungkit sektor lainnya yang akan mengangkat taraf perekonomian masyarakat setempat.

"Berdampak positif pada kemajuan pembangunan infrastruktur daerah maupun bagi kemajuan SDM Sumbar ke depannya," kata dia. (Tim)