Festival Balah Hilia, Tak Sebar Undangan Malah Diminati Tokoh


Pariaman - Festival Balah Hilia yang makin dekat penyelenggaraannya, makin terlihat uniknya. Bukan hanya dari segi suguhan, tetapi juga dari segi kepenontonannya. 

Jika iven-iven lain biasnaya menyebar undangan kepada tokoh-tokoh penting, festival ini tidak. Tetapi hebatnya, tetap saja para tokoh berpengaruh di Sumbar berminat untuk tiba. 

"Alhamdulillah sekarang sudah ada sejumlah tokoh literasi, budaya, pengelola pemilu, sastrawan, penggerak pariwisata, penggerak industri kreatif serta peneliti yang menyatakan keinginan untuk tiba. tentu ini membahagiakan kita," kata Azhari Kurnia, ketua panitia Balah Hilia Art Festival 2019. 

Dijelaskannya, sebagian besar tamu yang antusias ini memang sangat penting artinya bagi penyelenggara iven.

"Justru mereka yang sangat kami harapkan kedatangannya. Sebab, mereka yang kami kenali sangat intens dalam dunia kesenian, kebudayaan dan industri kreatif pastinya akan banyak memberi masukan kepada panitia dan pemerintah nagari. Semoga ini akan menjadi awal yang baik bagi silaturahmi nagari Balah Hilia dengan orang-orang hebat ini," sebutnya. 

Di antara yang akan datang adalah Gita dari Indonesia Talent, Asril Muchtar selaku Direktur Pascasarjana ISI Padang Panjang, Al Imran pengasuh Valora.co.id, Yuliza Zen seorang motivator milenial dan penggerak Desa Wisata Kubu gadang yang sudah go internasional, Yusrizal KW selaku tokoh literasi dan sastrawan nasional, dan banyak lagi. 

"Pokoknya kita sangat bahagia dengan kesediaan sahabat-sahabat ini untuk datang," sebutnya.

Sedikit bocoran, untuk melancarkan komunikasi dan membangun suasana akrab, panitia berencana mendirikan lapau di tengah lokasi acara untuk menjadi tempat berbincang sambil menikmati kesenian bagi para tamu dan pemuka masyarakat lokal. 

Ketua Forum Batajau Seni Piaman, Muhammad Fadhli mengatakan, dengan adanya tamu-tamu yang identik dengan gerakan kreatif ini diharapkan akan turut menjadi inspirasi bagi nagari Balah Hilia maupun nagari-nagari lainnya di Padangpariaman. 

"Bahwa dengan adanya sebuah iven akan banyak menarik minat orang-orang untuk dekat dengan kita, termasuk kalangan dunia kreatif," kata dia.

"Visi sebuah iven bukan hanya menjadi pemantik pariwisata atau sekadar tempat bereuforia saja, tetapi lebih jauh sebenarnya iven adalah magnet. Orang-orang hebat akan menyisihkan waktu dengan sengaja untuk mendatangi kegiatan yang menurut mereka patut disimak. Kalau yang hebat datang ke sebuah festival, maka festival itu cukup diperhitungkan," katanya.

Panitia memperkirakan kapasitas penonton yang muat di lokasi lapangan Stikes Nan Tongga akan mencapai 1500 an orang. Para penonton tidak perlu khawatir dengan ketersediaan lapangan parkir, sebab panitia mempenyiapkan 4 titik lapangan parkir di kawasan Pasar Jambak. (Tim)