Penerima Bantuan Miskin Dipasangi Stiker, 74 KK Sadar dan Undur Diri


Kepala DinsosP3A Hendra Aswara memberikan arahan penggunaan bantuan PKH di Praktek Kerja Lapangan Pendamping PKH di Nagari Sungai Buluah
Pariaman - Sebanyak 74 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) telah mengundurkan diri secara sadar sebagai penerima bantuan atau disebut juga dengan Graduasi Mandiri Sejahtera PKH. 

Keluarga tersebut mundur secara sukarela karena sudah mampu dan bisa menghidupi keluarganya sendiri. 

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Hendra Aswara mengapresiasi kabar baik tersebut.

Per Juli 2019, disebut dia, ada 74 keluarga  mundur sebagai penerima bantuan PKH. Saat ini dinasnya terus gencar mengimbau masyarakat yang sudah mampu untuk punya komitmen keluar dari PKH.

"Kemudian diusulkan keluarga miskin paling berhak sebagai penggantinya," ujar Hendra saat menghadiri Praktek Kerja Lapangan Pendamping PKH di Nagari Sungai Buluah, Batang Anai, Selasa (6/8).

Ia sebut penerima bantuan PKH di Padangpariaman sudah sebanyak 17.033 Kepala Keluarga. Penerima bantuan PKH ini difasilitasi oleh Pendamping PKH sebagai ujung tombak sosialisasi pemanfaatan dana PKH. 

"Kita punya 66 Pendamping PKH yang setiap hari mengawasi penggunaan dana PKH dan juga memberikan pemahaman pola asuh, hidup sehat, pendidikan dan lainnya," ujar mantan Kepala Dinas Perizinan itu. 

Anak buahnya di dinas itu, Aprizondi menjelaskan PKH adalah program pemberian bantuan bersyarat kepada keluarga atau seseorang yang miskin dan rentan. 

"Bagi penerima bantuan PKH, kita pasang stiker di rumahnya sebagai keluarga miskin," kata Aprizondi. (Tim)