Mardison Imbau Calon Peserta Ujian CPNS Ikuti Simulasi CAT

Foto: istimewa
Pariaman - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman mengimbau warganya mengikuti simulasi Computer Assisted Test (CAT) penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diselenggarakan Badan Kepegawaian Negara Kantor Regional XII di UPT BKN Padang.


"Simulasi CAT diselenggarakan pada hari kerja Senin-Jumat, 19-30 Agustus 2019. Selain di Kota Padang, simulasi serentak juga dilaksanakan di tempat lainnya, seperti di Kantor Regional BKN Pekanbaru dan UPT BKN Batam," terang Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin di Pariaman, Senin (19/8) pagi.

Bagi calon peserta CPNS tahun 2019 dapat mengikuti simulasi tersebut dengan mendaftar terlebih dahulu melalui situs https://apps-pekanbaru.bkn.go.id/simulasicat2019. 

"Untuk mendaftar calon peserta harus mengisi data diri seperti nama lengkap, Nomor Induk Kependudukan (NIK), tempat/tanggal lahir. Bisa dilihat di website BKN," katanya.

Selain itu, calon peserta memilih lokasi dan sesi waktu sesuai dengan lokasi dan sesi waktu simulasi yang diinginkan. 

BKN Kanreg XII membuka dua sesi simulasi. Sesi I dimulai pukul 09.00 WIB hingga 10.30 WIB. Sesi II pada pukul 14.00 Wib hingga 15.30. 

Layaknya ujian CAT sungguhan, calon peserta harus melakukan proses registrasi terlebih dahulu sebelum mengikuti simulasi.

"Simulasi CAT dilaksanakan sama halnya dengan ujian CAT CPNS 2018 silam. Setiap peserta akan menggunakan satu unit komputer menjawab soal," sebut dia.

Ditambahkannya, dalam simulasi itu, peserta dilarang membawa telepon dan barang bawaan lainnya ke dalam ruangan ujian. Hanya KTP dan kartu ujian saja yang boleh dibawa.

Hingga pagi ini, kouta simulasi CAT untuk lokasi penyelenggaraan UPT BKN Padang masih belum terpenuhi. Total ada 86 orang kuota peserta yang belum terisi.

"Jika ingin mengikuti simulasi, calon peserta harus bergegas mendaftar sebelum kouta penuh," imbuhnya

Menurut Mardison, penggunaan CAT dalam seleksi penerimaan CPNS dalam beberapa tahun terakhir sangat memudahkan pelaksanaannya. Penggunaan CAT juga menjamin transparansi hasil yang diperoleh peserta seleksi.

"Disamping penggunaan CAT jelas lebih transparan, setiap orang mengetahui skor dan nilai yang diperoleh. Begitu selesai ujian, peserta langsung mengetahui apakah melampaui "passing grade" yang ditetapkan. Tidak ada yang bisa bermain atau akal-akalan dalam seleksi," ujarnya.

"Semuanya dengan komputer. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompotensi Bidang (SKB) sudah pakai CAT semua. Semuanya transparan," pungkasnya. (Nanda).