Warga Tungkal Selatan Blokir Gerbang TPAS, Sampah di Pariaman Menumpuk

Lokasi pembuangan sampah milik Pemko Pariaman di Tungkal Selatan. Foto: Nanda
Pariaman  - Sejumlah warga Dusun Durian Gadang, Desa Tungkal Selatan, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman menutup gerbang menuju lokasi pembuangan sampah TPAS Tungkal Selatan, Kamis (11/7) pagi. 

Penutupan itu dilakukan lantaran tumpukan sampah di dekat gerbang TPAS Tungkal Selatan menganggu kesehatan dan menimbulkan polusi udara bagi masyarakat yang tinggal di daerah itu. 

Akibat penutupan gerbang TPAS itu, belasan truk yang mengangkut puluhan ton sampah dari berbagai daerah di Kota Pariaman tertahan tidak bisa membongkar muatan sampah ke dalam TPAS Tungkal Selatan.

Kepala Dusun Durian Gadang, Edi Zulhelmi menuturkan bau busuk tumpukan sampah di TPAS Tungkal Selatan sebelumnya tidak terlalu menganggu. Awalnya, kata dia, sampah dibuang di ujung TPAS yang memiliki luas 1,3 hektare itu. 

Namun, belakangan ini, lanjut dia sampah tersebut dibongkar tidak jauh dari gerbang yang berdekatan dengan pemukiman warga. Hal itu menyebabkan bau busuk yang sangat menganggu.

Kondisi itu kian diperparah karena tidak adanya Instalasi Pengolahan Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sejak awal pembangunan TPAS telah dijanjikan Pemko Pariaman. Namun hingga kini, hal itu tidak kunjung direalisasikan.

"Apalagi sedang hujan, limbahnya ikut mengalir ke sungai. Air hujan yang terkontaminasi limbah juga mengalir ke jalan dan halaman rumah warga dan menimbulkan bau busuk," katanya.

Ia menyebut sejak beroperasinya TPAS Tungkal Selatan, penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (IPSA) dan Tuberculosis (TB) mulai menjangkiti beberapa orang warganya. Meskipun belum ada kajian pasti kaitan pasti keberadaan TPAS dengan pemukiman warga.

"Data Puskesmas di sini mengungkapkan ada warga yang sakit TB dan ISPA. Namun tidak ada kajian pasti, apakah ada disebabkan keberadaan TPAS ini. Namun yang jelas, tumpukan sampah tersebut mulai mengganggu," sebutnya.

Edi mengungkap jika permasalahan TPAS ini telah dibahas oleh warga setempat pada 25 Juni 2019 silam. Sebagai tindaklanjut, warga mengirimkan surat ke Dinas Lingkungan Hidup dan Perkim Kota Pariaman dan juga DPRD Kota Pariaman.

Dalam surat tersebut, terkait keberadaan TPAS, katanya, warga mangajukan sejumlah tuntutan antara lain meminta kompensasi dana PKK, program air bersih di Tungkal Selatan, dan peningkatan kesejahteraan warga yang bekerja di TPAS Tungkal Selatan.

"Warga juga menuntut agar pengolahan sampah di TPAS dilakukan secara maksimal dan ada tuntutan-tuntutan lain. Seminggu surat dikirimkan, baru ditanggapi surat. Sementara sampah terus menumpuk," katanya.

Jika tuntutan warga tidak dikabulkan, ancam dia, warga akan menutup permanen akses menuju TPAS Tungkal Selatan secara permanen dengan cara memasang pagar beton di gerbang tempat itu.

"Kita akan tutup permanen," tegasnya.

Camat Pariaman Utara, Azman saat meninjau lokasi mengatakan pihaknya telah melaporkan hal itu ke Walikota Pariaman. 

Ia mengaku belum memahami utuh perihal TPAS Tungkal Selatan, karena baru bertugas kurang satu bulan sebagaai Camat Pariaman Utara.

Sementara, Rafkiman, warga Desa Rawang mengatakan penutupan gerbang TPAS di Tungkal Selatan berdampak hingga ke daerahnya. Bak penampungan sampah terisi melimpah, akibatnya ia terpaksa menumpuk sampah di halaman rumah.

"Belum dijemput truk sampah. Karena yang tadi saja belum bisa dibongkar," keluhnya. (Nanda)