Sempat Mati Suri, Pasar Ternak Pakandangan Dibangun

Foto: Andri
Enam Lingkung - Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur lakukan peletakan batu pertama tanda dibangunnya kembali Pasar A Nagari Pakandangan dan Pasar Ternak Pakandangan, Kamis (4/7).

Prosesi acara peletakan batu pertama pembangunan kedua pasar tersebut sempat tertunda tiga kali disebabkan belum disepakatinya waktu acara yang tepat antara panitia dengan Pemkab Padangpariaman.

Menurut Suhatri Bur, Pasar Pakandangan sudah semestinya direnovasi karena kondisinya sudah banyak yang tidak layak dan banyak yang sudah rusak.

"Pasar Pakandangan berada di wilayah ibukota Kabupaten Padangpariaman, sudah seharusnya pasar ini direhab dan dibangun dengan lebih bagus serta dilengkapi sarana prasarananya agar mencerminkan pasar di ibukota kabupaten," jelas putra asli Pakandangan itu.

Sedangkan Pasar Ternak Pakandangan, merupakan satu dari dua pasar terkenal dan teramai di Sumbar. Satunya lagi Pasar Ternak Pitalah Padang Panjang.

"Pasar Ternak di Pakandangan ini adalah pasar ternak paling ramai di Padangpariaman, sekarang keduanya redup seiring ramai dan terkenalnya Pasar Ternak Palangki dan Pasar Ternak Sungai Sariak," ujar mantan Ketua Bamus Pakandangan itu.

Berdasarkan sejarah, pembentukan nama Pakandangan itu berasal dari kata Pakan dan Kandang.

Wabup menaruh harapan kepada panitia pembangunan pasar agar menjaga kebersamaan dalam kelancaran pembangunan pasar.

"Kita berharap kebersamaan panitia, pedagang, tokoh masyarakat ninik mamak dapat berjalan dengan baik tanpa ada gejolak agar pembangunan pasar berjalan sukses," imbuhnya.

Ke depannya, mantan Ketua KPU itu melanjutkan, pasar dan sekitarnya masih banyak yang perlu direhab dan diperbaiki, baik melalui APBD kabupaten/provinsi maupun dari DAK. Agar pasar tersebut mencerminkan pasar yang berada di ibukota kabupaten.

Di sisi lain, Kecamatan Enam Lingkung merupakan kecamatan yang sarat prestasi. Semenjak kecamatan ini dipimpin Rudy Rilis kemudian dilanjutkan Rustam, Kecamatan Enam Lingkung semakin dikenal karena banyak iven tingkat Sumbar digelar di sana. Ada Kampung KB di Nagari Balah Aia, menjadi percontohan Dasa Wisma di Nagari Toboh Ketek dan Toboh Tinggi.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Elda Husniwar mewakili Wali Nagari Pakandangan mengucapkan terima kasih kepada Bupati Ali Mukhni dan Wabup Suhatri Bur karena telah mengusahakan pembangunan kembali atau renovasi Pasar Pakandangan melalui anggaran DAK yang diurus Dinas Perdagangan Koperasi Tenaga Kerja dan UKM 

"Terima kasih juga kepada toke ternak yang telah ikut meramaikan pasar ternak selama ini. Pasar Ternak Pakandangan sudah lama terkenal di Padangpariaman juga di perantauan. Namun sudah lama tidak aktif dan mati suri," kata Elda.

Melalui kesepakatan Ninik Mamak, sambungnya, akhirnya diputuskan untuk melakukan renovasi agar Pasar Pakandangan menjadi peyangga atas keberaaan ibukota kabupaten di kecamatan Enam Lingkung.

Menurut Elda, pasar akan dibangun sebanyak 20 petak dengan dengan anggaran biaya Rp1,275 miliar.

Sementara lahan pasar ternak tanahnya disewa dari masyarakat selama 20 tahun melalui Dana Desa (DD) Nagari Pakandangan. (Tim)