Petugas Kesehatan Temukan Dua Kasus Kanker Serviks di Enam Lingkung

Foto: Nanda
Pakandangan - Kesadaran perempuan untuk mengikuti pemeriksaan Infeksi Asam Asetat (IVA) atau kanker leher rahim di wilayah Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padangpariaman, masih sangat rendah.

Rafikatun Nur Hasanah, pengelola PTM dan IVA Puskesmas Enam Lingkung menyebut sasaran pemeriksaan IVA merupakan perempuan berusia rentang 30-50 tahun atau perempuan yang telah menikah.

Dari dua ribuan orang sasaran yang ditargetkan pada tahun 2016, hingga saat ini baru 30 persen saja yang telah menjalani pemeriksaan IVA.

"Malu untuk diperiksa. Kadang mereka sudah sampai di tempat pemeriksaan, tapi karena malu, tidak jadi mereka ikut," katanya, Senin (29/7).

Upaya yang dilakukan pihak pemerintah telah maksimal. Selain pelayanan pemeriksaan IVA di Puskesmas, juga dilakukan jemput bola dengan mendatangi korong di kecamatan setempat untuk pemeriksaan.

"Namun masih rendah keinginan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan," lanjut dia.

Selama pemeriksaan IVA, Puskesmas Enam Lingkung menemukan 2 kasus gejala kanker serviks di Kecamatan Enam Lingkung.

Dari kasus temuan tersebut, pihaknya sarankan untuk diperiksa oleh dokter, namun yang bersangkutan enggan pemeriksaan lanjutan.

"Untuk pemeriksaan lanjutan ke dokter, mereka enggan. Katanya kendala dengan biaya, kami telah usulkan mengurus BPJS. Tapi masih enggan," ulas dia.

Menurut Rafikatun, kanker serviks merupakan salah satu kanker pembunuh perempuan nomor dua terbanyak di Indonesia, setelah kanker payudara.

Kanker serviks disebabkan faktor utamanya adalah kelompok virus yang disebut Human Papilloma Virus (HVP) yang menginfeksi leher rahim. 

"Kuman HVP masuk melalui hubungan seksual akibat gonta ganti pasangan, perempuan merokok, jaga kebersihan genetelia. Tentu mencegahnya dengan pola hidup sehat, tidak seks bebas, tidak merokok," jelas dia.

Sri Ambarwati, Koordinator Program Advokasi Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Perempuan (LP2M) Padang menyebut adanya rasa malu perempuan untuk melakukan tes IVA menandakan kesadaran terhadap bahaya kanker serviks masih rendah.

Untuk itu LP2M Padang, lanjut dia mengawali pemeriksaan IVA dengan sosialisasi tentang bahaya kanker serviks kepada calon peserta sehingga masyarakat memahami pentingnya pemeriksaan IVA.

"Karena belum memahami bahayanya kanker serviks, makanya masih ada yang malu untuk pemeriksaan. Namun apabila sadar bahwa kanker tersebut berbahaya, mereka akan rutin melakukan pemeriksaan," sebutnya.

Sebagai lembaga yang konsens mengadvokasi hak kesehatan perempuan itu, LP2M telah melakukan pemeriksaan terhadap lebih 300 orang perempuan di Kabupaten Padangpariaman sejak 2015 silam. Pemeriksaan itu dilakukan di seluruh daerah di Kabupaten Padangpariaman.

Ia membeberkan dari pemeriksaan yang dilakukan sebelumnya di Kecamatan Lubuk Alung, pihaknya menemukan satu kasus gejala kanker serviks yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

"Setelah ditemukan kami sarankan untuk pemeriksaan lanjutan dengan dokter," pungkasnya. (Nanda)