Petani Kayutanam Belajar Baca Iklim dari Stasiun Klimatologi

Foto: Nanda
Kayutanam - Stasiun Klimatologi Kelas II Padangpariaman melaksanakan Sekolah Lapang Iklim (SLI) tahap III di Korong Kampung Jambu, Nagari Kayutanam, Kecamatan 2X11 Kayutanam, Kabupaten Padangpariaman, Senin (15/7).

Selama SLI berlangsung, anggota kelompok tani dilatih membaca iklim, sehingga bisa menentukan waktu yang tepat bercocok tanam. 

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono Rahadi Prabowo mengatakan, empat unsur diperlukan dalam bercocok tanam. Keempatnya, yakni lahan pertanian, air, bibit dan iklim.

"Tiga unsur ini (lahan, air dan bibit) dapat diatur petani. Tapi iklim tidak bisa diatur. Hanya bisa disesuaikan, sehingga petani perlu informasi dan menyesuaikan dengan perubahan iklim yang terjadi," katanya.

Sebelum SLI tahap III, Stasiun Klimatologi Kelas II Padangpariaman telah melaksanakan SLI tahap I dan tahap II dengan melibatkan peserta dari unsur yakni Pemkab, TNI dan penyuluh pertanian.

"Harapan kita pengambil kebijakan menjadikan program kerja bersama. Kemudian melalui penyuluh pertanian, informasi ini disebarkan kepada petani lainnnya," ulasnya.       

Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni mengharapkan peserta SLI tahap III mempelajari membaca informasi iklim guna meningkatkan hasil produksi pertanian. 

"Jika produksi meningkat juga mendorong meningkatnya perekonomian para petani," ujarnya.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Padangpariaman, Heron Tarigan mengatakan petani dalam program tersebut melakukan cocok tanam dengan memperhatikan informasi iklim.

"Dilakukan evaluasi dan pengecekan setiap periode. Dilakukan tindakan sesuai dengan perubahan iklim," pungkasnya. (Nanda)