Genius Raih Penghargaan Menteri Kesehatan

Walikota Pariaman Genius Umar foto bersama dengan Menkes Nila Moeloek. Foto: istimewa
Jakarta - Walikota Pariaman, Genius Umar terima penghargaan Pastika Parahita dari Menteri Kesehatan atas komitmen Pemerintah Kota Pariaman (Pemko) dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan konsumsi rokok bagi kesehatan.

Komitmen itu diimplementasikan melalui Peraturan Daerah (Perda) Kota Pariaman Nomor 9 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Pariaman.

Penghargaan Pastika Parahita diterima oleh Genius Umar dari Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes RI Anung Sugihantono, Kamis (11/7/2019) pada puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Dunia 2019 di Auditorium Siwabessy Kemenkes RI, Jakarta.

Genius Umar didampingi Plt Kadis Kesehatan Syahrul dan Plt Kadis Kominfo Kota Pariaman, Hendri bersyukur atas prestasi yang diraih Kota Pariaman dalam bidang kesehatan.

Menurut Genius, Penghargaan Pastika Parahita merupakan komitmen Pemko dan DPRD Kota Pariaman dalam pelaksanaan Instruksi Presiden terkait kebijakan kawasan tanpa rokok dengan menerbitkan Perda Nomor 9 Tahun 2017.

"Ini merupakan apresiasi pusat kepada kita, ini merupakan prestasi kita bersama. Mari kita tingkatkan kepedulian kita dalam mematuhi kawasan tanpa rokok yang telah menjadi komitmen kita di Kota Pariaman," ujar Genius Umar.

Kadis Kesehatan Kota Pariaman, Syahrul dalam kesempatan itu mengungkapkan bahwa lahirnya Perda KTR di Kota Pariaman merupakan bentuk kepedulian Pemko Pariaman dalam melindungi warganya dari paparan asap rokok. Dalam Perda tersebut, kata Syahrul, ditetapkan beberapa wilayah bebas asap rokok, seperi kawasan pelayanan publik, kawasan pendidikan, perkantoran dan lain-lain.

"Penghargaan ini merupakan motivasi bagi kami jajaran dinkes untuk meningkatkan kinerja. Penghargaan bidang kesehatan ini merupakan yang kedua diraih setelah Swasti Sabha Padapa," ujar mantan Irban Inspektorat Kota Pariaman itu.

Menkes Nila F. Moeloek dalam amanatnya pada puncak peringatan HTTS 2019 mengajak seluruh stakeholder untuk komit dalam mewujudkan kawasan tanpa rokok. Menkes prihatin kebiasaan yang ada di masyarakat, untuk membeli rokok uang ada, namun untuk membayar iuran BPJS, terasa berat.

"Mari kita ubah mindset ini sehingga tanpa rokok masyarakat kita sehat. Saya mengucapkan terima kasih pada kepala daerah yang telah komit menerapkan KTR di daerah masing-masing," ujar Menkes.

Pada HTTS 2019 ini, Kemenkes memberikan 4 kategori penghargaan kepada kepala daerah se-Indonesia. Pertama, penghargaan Pastika Parama yang diberikan kepada 5 provinsi dan 29 kabupaten/kota dengan implementasi Kawasan Tanpa Rokok Terbaik.

Kedua, penghargaan Pastika Parahita yang diberikan kepada 19 kabupaten/kota karena telah memiliki Perda tentang KTR. Ketiga, penghargaan Awya Pariwara diraih 2 kabupaten dan kategori keempat penghargaan Paramesti diberikan kepada 7 kabupaten/kota karena telah memiliki kebijakan berupa peraturan kepala daerah tentang KTR.

Dari total 62 daerah di Indonesia yang meraih penghargaan, 2 daerah di Sumbar meraih kategori Pastika Parahita, yakni Kota Pariaman dan Kabupaten Sijunjung. (Rusdi)