Konsisten Penuhi Janji Kampanye, Dhifla Wiyani Digadang Masuk Bursa Padangpariaman 1

Dhifla Wiyani bagikan ribuan bibit buah dan tanaman keras kepada masyarakat Padangpariaman. Foto: istimewa
Pesta demokrasi boleh usai. Janji kepada masyarakat jangan sampai sirna seiring habisnya pesta demokrasi Pemilu Serentak 2019 - meski terpilih atau tidak terpilih. Di sanalah terlihat ketulusan seorang politisi. Memperjuangkan aspirasi masyarakat sebetulnya tidak mesti menunggu momentum pemilu.
Berbekal mobil pick-up, Dhifla Wiyani langsung turun tangan membagikan kepada masyarakat Padangpariaman. Foto: istimewa
Hal tersebut terlihat pada sosok Dhifla Wiyani. Perempuan asal Pulau Jantuang Pasar Mudik, Lubuk Alung - yang sekarang berkiprah di ibu kota - itu tetap turun ke lapangan mesti gelanggang pemilu legislatif telah usai.
Relawan dan tim Dhifla Wiyani semasa pemilu tetap solid dan ikut membagikan bibit kepada masyarakat. Foto: istimewa


Dhifla yang merupakan caleg DPR RI daerah pemilihan Sumbar II nomor urut 3 tersebut berbesar hati menerima kekalahannya. Meski begitu, ia tetap memenuhi janjinya kepada masyarakat dengan turun langsung ke lapangan.

Ribuan bibit disebar secara gratis di 33 nagari di wilayah Padangpariaman. Foto: istimewa
Di saat para caleg gagal pergi entah kemana dan mematikan nomor ponselnya, Dhifla terlihat girang gembira wara-wiri mengelilingi nagari per nagari. Ia tampak membagi-bagikan bibit produktif kepada masyarakat.
Bibit gratis Dhifla Wiyani langsung diberikan ke tangan masyarakat penerima. Foto: istimewa
"Janji harus ditunaikan. Jangan seluruhnya bermotif politik dan ada maunya. Kita mesti tulus kepada masyarakat," ujar Dhifla saat dihubungi via telepon, Kamis (2/5).

Dhifla membagikan sebanyak 15 ribu bibit tanaman buah dan tanaman keras produktif. Ia dibantu oleh sejumlah tim dan relawan semasa kampanyenya.

Semua bibit tersebut ia bagikan di 33 kanagarian di Kabupaten Padangpariaman. Ia berharap bibit tersebut membawa manfaat bagi masyarakat yang menerimanya.

"Semoga bermanfaat bagi masyarakat penerima," ujar perempuan kelahiran 11 Juli 1972 itu.

Yeni (43) warga Sungai Sariak mengaku salut dengan aksi Dhifla. Menurutnya, baru kali ini caleg seusai pemilu tetap ke lapangan, apalagi setelah menerima kekalahan.

"Umumnya caleg yang kalah langsung menghilang, baru kemudian muncul lagi lima tahun yang akan datang saat akan pemilu lagi. Ibu Dhifla terlihat berbeda dan komit pada janji-janjinya," kata Yeni didampingi suaminya Dedi Afrizal.

Jika semua politisi seperti Dhifla, kata Yeni, kepercayaan masyarakat terhadap politisi akan meningkat. Saat ini, kata dia, politisi hanya memanfaatkan masyarakat di saat musim pemilu dan sangat sedikit sekali politisi yang konstan merawat basis konstituennya.

"Kepercayaan kepada politisi akan meningkat jika banyak yang bersikap seperti Bu Dhifla. Sosok seperti ini yang diharapkan masyarakat," imbuhnya.

Ia berharap langkah Dhifla tidak terhenti sampai di situ saja. "Tahun 2020 kan ada pemilihan bupati Padangpariaman. Menurut saya tak ada salahnya Ibu Dhifla ikut maju dan bersaing di bursa Bupati Padangpariaman," pungkasnya.

Berikut Biografi singkat Dhifla Wiyani

-Hj. Dhifla Wiyani, SH, MH
-Lahir 11 Juli 1972
-Suku Panyalai
-Alamat Pulau Jantuang Pasar Mudik, Lubuk Alung
-Pekerjaan Lawyer/Advokat/Pengacara di Jakarta
-Punya anak 2 (1 Laki-laki dan 1 Perempuan)

Pendidikan:

-SD Swasta Bintan, Tanjung Pinang, Kepri, Lulus 1985
-SMPN 2 Tanjung Pandan, Belitung, Lulus 1988
-SMAN 1 Tanjung Pandan, Belitung, Lulus 1991
-S1 FH Universitas Parahyangan, Bandung, Lulus 1996
-S2 PPS FH Universitas Indonesia, Lulus 2009

Organisasi:

-Ketua Departemen Wirausaha, Koperasi, dan UKM DPP Partai Golkar 2018-2020
-Ketua Lembaga Pendampingan Hukum Perempuan Untuk Pileg dan Pilkada PP KPPG, 2018-2020
-Pengurus Forhati Nasional 2018-2023
-Ketua Bidang Perempuan, Olahraga, dan Agama PERADI DPC Jakarta Pusat 2018-2022
-Wakil Ketua Bidang Organisasi DPP Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), 2017-2021
-Pengurus DPN Peradi, 2017-2021

Riwayat Pekerjaan:

-Asisten Manager Legal PT. Sarana Bajatama, Jakarta, 1997-1999
-Lawyer pada Kantor Hukum Tread's and Associates, Jakarta 1999-2001
-Managing Partner pada Dhifla Wiyani & Partners, Jakarta, 2000 - Sekarang (OLP)