Jelang Tender, Konsultan Uji Daya Dukung Tanah Untuk Pondasi Pasar Pariaman

Konsultan dari Kemnterian dan Pemko Pariaman uji daya dukung tanah untuk pondasi pembangunan Pasar Pariaman. Foto: Junaidi
Pariaman - Proses Pembangunan Pasar Pariaman telah dimulai dengan lelang Manajemen Konstruksi. Kemudian diiringi dengan survey awal sondir dan boring (pengujian daya dukung tanah) selama 15 hari kedepan oleh tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Konsultan Perencana Pembangunan Pasar Pariaman, Yofan Syarif mengatakan, pengujian daya dukung tanah lewat boring dilakukan pada 3 titik dan sondir 5 titik. Sondir merupakan salah satu pengujian tanah untuk mengetahui karakteristik tanah yang dilakukan di lapangan atau pada lokasi yang akan dilakukan pembangunan konstruksi.

"Sedangkan boring test adalah pekerjaan pengambilan sample tanah asli untuk mengetahui kondisi tanah perlayer, dan jika dimungkin sampai ke tanah keras. Dalam boring ini sekaligus dilakukan dengan SPT (standard penetration test) di setiap interval 2,0m," ujarnya di Pariaman, Selasa (21/5).

Hal ini, kata Yofan dimaksudkan untuk penentuan jenis dari tanah. Setelah itu konsultan bisa menganalisa karakteristik tanah tersebut, desain yang cocok dan aman untuk pondasi bangunan.

"Sondir dan boring bertujuan menentukan jenis pondasi yang tepat dalam pelaksanaan pembangunan nantinya. Kita berharap pembangunnan Pasar Pariaman berjalan sebagaimana mestinya, dan tidak ada kendala secara teknis dalam pelaksanaan pembangunanya nanti," jelasnya.

Pasar Pariaman menggunakan 100 persen dana pusat ini, tender dan pelelanganya dilakukan di Kementerian PUPR, dengan total anggaran Rp 102 miliar.

Kabid Tata Ruang dan Penataan Bangunan Dinas PUPR dan Pertanahan Kota Pariaman, Nopriyadi Syukri mengatakan, proposal pembangunan Pasar Pariaman disetujui oleh pusat berkat lobi Walikota Pariaman, Genius Umar ke Kementerian PUPR dan Kementerian Perdagangan.

Kepada Stakeholder terkait, pihaknya meminta dukungan pengamanan dan keamanan kerja. Pelaksanaan sondir dan boring akan memakan waktu 15 hari kerja.

"Setelah selesai, maka proses selanjutnya akan berlanjut ke tender pembangunan fisik dari Pasar Pariaman. Insya Allah tidak lama lagi," tandasnya. (Juned/OLP)