Vifner: Partisipasi Pemilih Menurun Saat PSU di 101 TPS

Komisioner Bawaslu Sumbar, Vifner. Foto: Nanda

Pariaman - Sebanyak 101 TPS yang tersebar di kabupaten dan kota di Sumatera Barat telah menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU). PSU beragam, ada yang kembali menggelar pemilihan legislatif atau pemilihan presiden dan wakil presiden.

PSU disebabkan adanya pemilih dari luar kabupaten/kota dan Sumatera Barat menggunakan hak pilih tanpa mengantongi formulir pindah memilih atau formulir A5.

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Barat, Vifner, menyebut belum menerima laporan adanya dugaan pelanggaran saat PSU dilakukan.

"Kita menemukan pihak-pihak yang mencoba berkampanye sebelum PSU, namun kita lakukan pencegahan sehingga aktivitas kampanye itu tidak terjadi," kata Vifner usai meninjau PSU di TPS 22 Nagaru Kuraitaji, Padangpariaman, Sabtu (27/4).

Secara umum, Bawaslu belum menerima laporan dari masyarakat terkait adanya dugaan kecurangan atau pelanggaran selama digelarnya PSU di berbagai daerah.

"Hingga saat ini kami belum menerima laporan atau menemukan pelanggaran pemilu," imbuh Vifner.

Selain PSU, juga dilakukan penghitungan suara ulang. Penghitungan ada yang dilakukan di tingkat TPS, ada yang dilakukan di saat rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kecamatan.

Sementara itu, partisipasi pemilih pada PSU menurun dibandingkan pada pemungutan suara 17 April 2019 silam.

"Partisipasi pemilih menurun, namun belum diketahui persentase. Hasil peninjauan yang kami lakukan, rata-rata partisipasi menurun dibandingkan pemungutan suara yang awal," tandasnya. (Nanda).