Golkar Padangpariaman Hanya Raih 4 Kursi

Salah satu TPS di wilayah Padangpariaman. Foto: OLP
Pariaman - Tiga orang calon petahana DPRD Kabupaten Padangpariaman asal Partai Golkar Kabupaten Padangpariaman bakal kembali berkantor di Gedung DPRD Kabupaten Padangpariaman.

Ketiganya, yakni Syahrul Datuak Lung, Rahmad Mahmudal, dan Syahrizal A. Kemudian, satu kursi lainnya diperoleh calon baru, Dasmar.

Syahrul Datuak Lung dipastikan kembali menjadi anggota DPRD Kabupaten Padangpariaman setelah menjadi peraih suara terbanyak di antara caleg Partai Golkar di Dapil Padangpariaman II. 

Kemudian, Rahmad Mahmudal menjadi peraih suara terbanyak di Dapil Padangpariaman I. Sementara, Syahrizal A kembali terpilih utusan dari Dapil Padangariaman IV.

Sementara satu kursi lainnya diraih oleh calon baru, Dasmar yang menjadi pemuncak suara Partai Golkar Padangpariaman di Dapil Padangpariaman III

"Partai Golkar raih 4 kursi di DPRD Kabupaten Padangpariaman pada pemilu tahun 2019," kata Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Padangpariaman, Syahrul Datuak Lung, Senin (22/4) melalui sambungan teleponnya.

Kepastian perolehan 4 kursi tersebut berdasarkan hasil perhitungan cepat salinan formulir C1 yang direkapitulasi oleh DPD Partai Golkar Kabupaten Padangpariaman.

Menurut Syahrul, perolehan kursi pemilu 2019 mengalami penurunan dibandingkan pemilu 2014 silam. Pemilu 2014 Partai Golkar Kabupaten Padangpariaman meraih 5 kursi.

Penurunan perolehan kursi pada pemilu 2019, berpengaruh pada peringkat Partai Golkar untuk DPRD Kabupaten Padang Pariaman. 

Pada pemilu 2014 Golkar menjadi peraih kursi dan suara terbanyak. Hal itu menempatkan wakil partai berlambang pohon beringin itu menduduki kursi ketua DPRD Kabupaten Padangpariaman.

"Kemungkinan ada peringkat ketiga atau keempat. Dengan peringkat seperti itu, kami masih ada peluang mendapatkan kursi pimpinan," lanjut dia.

Syahrul menyebut penurunan perolehan kursi Partai Golkar menjadi fenomena se Sumatera Barat. Penurunan perolehan kursi juga terjadi di kabupaten dan kota lain.

"Fenomenanya se Sumatera Barat, memang ada penurunan semuanya. Kami juga belum mengetahui penyebabnya," tandasnya.

Terpisah, calon anggota DPRD Partai Golkar Padangpariaman, Rahmad Mahmudal menyebut pemilu 2019 lebih berat jika dibandingkan pemilu 2014 silam.

"Dibandingkan pemilu sebelumnya, pemilu 2019 ini peserta yang lebih banyak dan tensi dan dinamika politik di lapangan jelas lebih tinggi," kata Mahmudal.

Menurut dia, sebagai petahana yang terpenting dilakukan adalah menjaga basis konstituen pada pemilu sebelumnya, dengan mengawal aspirasi konstituen atau masyarakat tersebut kepada pemerintah daerah. 

Disamping menjaga basis konstituen, ia juga melakukan perluasan basis pemilih baru di daerah lain dalam dapil yang sama.

Meski agak berat, sebagai calon petahana, Mahmudal mengaku tidak memiliki strategi khusus agar tetap diamanahkan masyarakat sebagai wakil di DPRD Kabupaten Padangpariaman.

"Yang penting adalah selama menjadi anggota DPRD komunikasi politik dengan masyarakat harus tetap dijalin. Dekat dengan masyarakat bukan hanya saat pemilu saja, tapi setelah awal dilantik, komunikasi harus tetap kuat;" ulas dia.

Mahmudal menilai pemilu 2019 terlihat jelas jika masyarakat makin cerdas dalam berpolitik. Meski ada pihak-pihak melakukan politik uang, pemilih tetap menentukan pilihan sesuai keinginan masing-masing.

"Saya kira pemilih makin cerdas sehingga mereka tidak lagi terpengaruh oleh politik uang, hoaks. Ini adalah kemajuan bagi demokrasi kita," tukasnya. (Nanda)