Tak Terima Walinagarinya Dipukul: Ratusan Warga Gadur Sambangi Polsek Sicincin

Walinagari Gadur, Aidizal saat menjalani tes visum di RSUD Padangpariaman. Foto: Nanda
Gadur - Tidak terima walinagarinya dipukuli orang tak dikenal (OTK), ratusan warga Nagari Gadur, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padangpariaman geruduk Mapolsek 2X11 Sicincin, Kamis (21/3).

Ratusan warga mendatangi Mapolsek Sicincin sekitar pukul 00.00 WIB dinihari menggunakan sepeda motor. Setelah berkumpul di halaman Mapolsek, perwakilan warga diterima anggota piket Polsek.

Kadatangan warga tersebut untuk menuntut pelaku pemukulan terhadap walinagari segera ditangkap.

Perwakilan warga, Antoni Gunawan mengatakan, tidak bisa menjamin warga tidak main hakim sendiri, jika pelaku pemukulan tidak segera ditahan.

"Identitasnya telah dikantongi. Kami tidak bisa menjamin warga atau pihak keluarga main hakim sendiri, jika pelaku tidak ditahan," ujarnya.

Warga tidak terima lantaran pelaku melakukan pemukulan di kantor Walinagari. Hal itu, sama dengan melukai warganya.

"Lain hal, jika pemukulan terjadi di luar kantor, mungkin warga tidak bereaksi seperti itu," kata dia.

Antoni menyebut, warga rencananya akan kembali mendatangi Mapolsek Sicincin esok hari untuk memastikan kelanjutan penanganan kasus pemukulan tersebut.

"Besok ada pemeriksaan saksi, kami akan kawal memastikan prosesnnya berlangsung cepat," ulasnya.

Anggota piket Polsek 2X11 Sicincin, Aipda Hamdi Aulia, meminta agar warga menyerahkan proses hukum pemukulan terhadap Walinagari Gadur kepada pihak kepolisian.

"Kepolisian akan memproses laporan, pelapor telah divisum dan dimintai keterangannya. Jadwal besok, saksi-saksi akan diambil keterangannya," ujarnya.

Hamdi mengingatkan warga untuk tidak main hakim sendiri. Tindakan tersebut bakal menimbulkan permasalahan hukum baru.

"Percayakan saja kepada kami. Silahkan nanti dicek proses penanganan hukumnya," pungkasnya.

Sebelumnya, Walinagari Gadur, Aidizal dipukul orang tak dikenal (OTK) di bagian muka wajah pada Rabu (20/3) pukul 13.30. (Nanda)