Sebut Ban Mobilnya Ditusuk, Walinagari Gadur Bantah Punya Hutang Sewa Rental

Walinagari Gadur, Aidizal. Foto: Nanda
Gadur - Walinagari Gadur, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padangpariaman, Aidizal membantah dirinya memiliki hutang kepada, A, yang menjadi penyebab pemukulan dirinya di Kantor Walinagari pada Rabu (20/3) silam.

Bahkan, ditegaskan Aidizal yang ditemui di kantornya di Jalan Syeikh Burhanuddin, Gadur, Senin (25/3), menegaskan sama sekali tidak pernah berususan dengan pelaku pemukulan.

Ia berspekulasi pemukulan mungkin disebabkan perjanjian sewa mobil dengan oknum ASN Kabupaten Padangpariaman dan seorang kontraktor pada tahun 2017 yang terlibat mengerjakan suatu proyek pembangunan.

"Saat pengerjaan proyek itu, saya adalah penyandang dana perusahaan. Kemungkinan gara-gara mobil pelaku disewa oleh dua orang lain. Kemudian mobil tersebut digunakan untuk proyek tahun 2017 silam. Saya tidak pernah berurusan dengan pelaku," katanya.

Menurut Aidizal, dirinya bersedia membayar tagihan selama tiga bulan di akhir tahun 2017. Pembayaran tagihan, lantaran pelaku meminta dirinya harus bertanggung jawab karena penyandang dana dalam proyek itu.

"Saya transfer bulan Desember 2017. Sebelum saya transfer telah ada kesepakatan bahwa pelaku tidak akan lagi menuntut saya membayar karena bukan saya yang berurusan dengan pelaku. Pelaku juga pernah meminta maaf," sambungnya.

Ia bilang, tindakan pelaku bukan hanya pemukulan saja. Sebelumnya, pelaku pernah mengembosi ban mobil milik Aidizal lantaran kesal tuntutannya tidak dikabulkannya.

"Ia pernah menggembosi ban mobil saya dengan pisau. Dia mengaku sendiri, termasuk mobil lainnya di sekitar mobil saya," ulasnya.

Ia menyebut dirinya telah dikambinghitamkan oleh oknum ASN yang menyewa mobil tersebut. Aidizal mengaku secara pribadi telah memaafkan tindakan pemukulan yang dilakukan pelaku kepadanya. 


"Namun, tuntutan masyarakat, proses hukum terhadap pelaku tetap berlanjut," tandasnya. (Nanda).